Jakarta, TopBusiness – Sempat mengalami kinerja yang kurang sehat, secara perlahan Perumda Air Minum Kabupaten Ngawi (PDAM Ngawi) pun berhasil bangkit. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Dwi Indarto, Direktur Utama PDAM Ngawi pada sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TOP Business secara virtual, Senin (11/4/2022).
Dwi Indarto diamanahi dan dilantik untuk memimpin PDAM Ngawi pada bulan Maret 2019. Sempat mendapati perusahaan dalam kondisi tidak ideal dan kurang sehat, Dwi Indarto dan tim langsung melakukan gebrakan.
“Saya masuk awal 2019, hasil kinerja tahun 2018 itu kondisi perusahaan sedang kurang sehat, dan banyak sekali permasalahan yang utama permasalah dalam hal pelayanan, itu terdapat berbagai masalah. Kemudian saya masuk, (lalu) saya petakan, saya buat priority, kemudian kami benahi satu per satu. Tentu saja saya tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bekerja sama dengan tim dan pemangku kebijakan setempat,” ungkap Dwi Indarto.
Hasilnya, seperti dikatakan Dwi Indarto dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini kinerja perusahaan grafiknya naik. “Dan ini sedang terus kami usahakan supaya naik terus dan kondisi perusahaan sehat, pelayanan optimal dan seterusnya,” harapnya.
Seiring dengan langkah pembenahan yang dilakukan, tak heran bila dalam sesi penjurian kali ini, PDAM Ngawi mengusung judul ‘Titik Balik PDAM Ngawi’. Hal ini disebut menggambarkan kondisi yang telah disebut di atas.
Mendefinisikan Kembali Visi dan Misi Perusahaan
Sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki kinerja perusahaan, Dwi Indarto melakukan hal cukup prinsip, seperti dengan mendefinisikan kembali visi dan misi PDAM Ngawi pada tahun 2019. Untuk diketahui visi PDAM Ngawi adalah Menjadi Perusahaan Air Minum Profesional Yang Terkemuka di Indonesia.
“Ini tentu saja mengambil filosofi bahwa perusahaan air minum itu pertama harus bisa profesional, kemudian setelah profesional tentu saja ketika perusahaan sudah profesional services-nya, layanannya akan optimal, karena semua komponen dalam perusahaan sudah bekerja profesional. Dan ketika sudah profesional, layanan dan servicesnya sudah sesuai harapan, optimal, prima dan lain-lain, tentu saja kami ingin menjadi yang terkemuka, karena ini scoop-nya di BUMD di Indonesia, maka terkemuka di Indonesia,” kata Dwi Indarto.
Langkah selanjutnya, guna mengimplementasikan visi tersebut, PDAM Ngawi pun mendefinisikan kembali lima misi yang dicanangkan.
”Yang pertama tentu saja kami harus Memberikan Pelayanan Prima kepada Pelanggan. Kemudian yang kedua Menerapkan Good Corporate Governance untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan. Jadi perusahaan ini harus dikelola dengan tata kelola yang baik dan bertumbuh secara sustain,” ungkap Dwi Indarto.
Lalu, yang ketiga, untuk dapat mewujudkan visi dan kedua misi yang sebelumnya itu harus didukung SDM yang andal, berbasis Kompetensi dan Perilaku.
“Maka hal ini kami definisikan sebagai misi untuk kami tuju ke sana. Terus terang salah satu factor yang kita temui di perusahaan daerah tantangannya itu mengenai SDM. Sudah menjadi rahasia umum bahwa perusahaan daerah ini sering kali jadi media atau ajang titipan para pemangku kebijakan daerah, sehingga proses rekrutmen, proses asesmen itu menjadi belum bisa maksimal. Oleh karena itu dengan SDM yang existing kami mendefinisikan misi SDM existing dan kalau misalkan nanti ada perekrutan baru harus SDM yang andal, yang berbasis kompetensi dan perilaku,” ungkapnya
Kemudian misi yang keempat, yakni Membangun Lingkungan Kerja yang “Hijau” dan Melestarikan Ekosistem. “Ini kaitannya dengan kami perusahaan air minum harus membangun lingkungan kerja yang hijau dalam arti ke semuanya, baik dari tata kelolanya, kondisi kantor dan infrastrukturnya, dan lain-lain harus mendukung kelestarian ekosistem dan lingkungan,” kata Dwi Indarto
“Kemudian yang terakhir, karena kami perusahaan daerah yang salah satu tujuannya dibentuk perusahaan daerah itu adalah untuk memberikan kontribusi ekonomis kepada Pemerintah Daerah dan Masyarakat, maka itu pun kami definisikan pada misi kami yang kelima,” tandasnya.
Strategi Bisnis
Hal menarik lain yang diungkap PDAM Ngawi pada sesi penjurian kali ini adalah mengenai strategi bisnis perusahaan.
Secara panjang lebar, Dwi Indarto mengatakan bahwa sebagai perusahaan daerah air minum, sebetulnya PDAM Ngawi sedang mengemban penugasan dari pemerintah, baik pemerintah pusat kemudian didelegasikan ke pemerintah daerah, yaitu memberikan akses air minum secara layak ke masyarakat.
“Ini menjadi amanah kami sebagai penugasan, karena memang pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak memiliki media langsung atau infrastruktur langsung maka dibentuk BUMD air minum ini yang mana salah satu tugasnya adalah memeberikan layanan akses air minum. Maka ini menjadi strategi bisnis kami yang pertama, kami harus mengembangkan bisnis dengan cara menambah pelanggan dan sebanyak-banyaknya dan meningkatkan cakupan layan seluas-luasnya,” tandasnya
Kemudian, lanjut Dwi Indarto, strategi bisnis perusahaan yang kedua, PDAM dalam beroperasi itu harus efektif dan efisien supaya tujuan yang pertama tadi bisa terpenuhi/tercapai, baik dari sisi proses produksinya, proses distribusinya, dan yang lainnya. Hal tersebut harus berjalan secara optimal sehingga tujuan-tujuan perusahaan yang telah disebut bisa tercapai.
“Kemudian yang ketiga, karena saat ini eranya adalah era teknologi informasi, maka kami ingin mengoptimalkan teknologi informasi ini sebagai salah satu alat bantu kami untuk mencapai tujuan perusahaan kami,” kata Dwi Inddarto.
Kinerja, Inovasi, dan Kontribusi
Sebagaimana telah pada paparan awal, bahwasanya PDAM Ngawi sempat mengalami kinerja yang kurang sehat pada tahun 2018, namun perusahaan ini berhasil untuk bangkit.
“(Seperti) yang saya sampaikan, di awal tahun 2019 (tahun buku 2018) itu kondisinya kurang sehat, dan Alhamdulillah tahun 2020 (tahun buku 2019) sudah sehat, kemudian tahun 2021 (untuk tahun buku 2020) makin sehat,” ungkap Dwi Indarto.
“Tentu saja yang tadi saya sampaikan di awal dengan kondisi tahun 2019 yang kurang sehat kami petakan masalah-masalahnya kemudian kami kerjakan sesuai prioritas. Alhamdulillah apa-apa yang kami kerjakan, apa-apa yang kami benahi ini menuai hasil dengan ringkasan tingkat kinerja kami yang meningkat, untuk tahun 2020 menjadi sehat dan tahun 2021 menjadi sehat. Dan kami optimis ini tahun 2022 (untuk tahun buku 2021) juga nanti semakin naik nilai kinerjanya,” lanjut Dwi Indarto.
Dampak dari membaiknya kinerja perusahaan juga terlihat dari peringkat PDAM Ngawi di Provinsi yang mengalami kenaikan. “Saya bicara di provinsi, untuk tahun 2019 peringkat kami di Jawa Timur itu diperingkat terakhir di nomor 38 dari 38 kabupaten/kota, kemudian di tahun 2020 ini kami di peringkat 24,” ungkap Dwi Indarto.
Sementara dari sisi kinerja keuangan perusahaan, PDAM Ngawi telah berhasil membukukan laba bersih setelah pajak Rp227 juta. “Kenapa labanya kecil, karena memang kami memerlukan dana yang luar biasa untuk mengejar masalah-masalah yang dihadapi tadi. Sehingga pengeluarannya begitu besar, akhirnya laba kami hanya Rp227 juta,” jelasnya.
Bicara mengenai terobosan atau inovasi yang telah dilakukan, setidaknya ada tiga hal yang diungkap PDAM Ngawi.
“Yang pertama, mulai dua tahun terakhir ini kami menggunakan 18 Payment Channel Online, sehingga hal ini akan memudahkan pelanggan kami dalam membayar rekening air. Kemudian yang kedua,yang ini baru saja kami launching beberapa bulan lalu, kami telah membuka loket Drive Thru untuk pembayaran rekening air secara tunai dan juga di situ ada customer service,” ungkap Dwi Indarto.
Terobosan yang ketiga adalah, saat ini PDAM Ngawi telah memiliki unit bisnis berupa pengisian terminal tangki air dengan omset kurang lebih Rp200 juta/bulan. ”Dan saat ini kami sudah berhasil membuat transaksinya pembayaran pengisian truk tangki ini semuanya menjadi nontunai dengan menggunakan E-Wallet atau kartu tol,” kata Dwi Indarto.
Bicara soal kontribusi yang telah diberikan PDAM ke Pemerintah Daerah, dalam paparannya di hadapan Dewan Juri, setidaknya ada empat hal yang menjadi kontribusi perusahaan, antara lain
- Peningkatan Cakupan Pelanggan yang mendapatkan akses air minum layak yang termasuk dalam RPJMD
- Terlibat dalam usaha program penurunan Stunting (air minum termasuk salah 1 indicator)
- Membantu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, akses melalui air minum yang termasuk dalam indicator bidang Kesehatan
- Kontribusi Fiskal melalui Retribusi dan Pajak
Penulis: Fauzi
