TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perdagangan RI Kembali Surplus, Pemulihan Ekonomi Makin Cepat

Nurdian Akhmad
18 April 2022 | 13:16
rubrik: Ekonomi
Tarif Impor 1.147 Produk Dinaikkan Hingga 10 Persen

aktivitas ekspor dan impor barang di pelabuhan/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2022 surplus sebesar US$ 4,53 miliar. Pencapaian kinerja perdagangan RI pada Maret 2022 merupakan surplus selama 23 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 lalu.

 “Pada Maret 2022, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus US$ 4,53 miliar. Ini terjadi karena ekspor kita masih lebih tinggi dibandingkan impor,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam pemaparan Neraca Perdagangan Maret 2022, Senin (18/4/2022).

Dia memaparkan, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2022 mencapai US$ 26,50 miliar, naik 29,42% dibandingkan ekspor Februari 2022 yang sebesar US$ 20,47 miliar. Bahkan bila dibandingkan dengan ekspor Maret 2021 yang sebesar US$ 18,35 miliar, terjadi peningkatan 44,36%.

Untuk impor, nilainya mencapai US$ 21,97 miliar atau naik 32,02% dibandingkan Februari 2022 yang sebesar US$ 16,64 miliar. Sedangkan jika dibandingkan dengan Maret 2021 yang sebesar US$ 16,79 miliar mengalami kenaikan 30,85%.

 “Impor migas di bulan Maret tercatat senilai US$ 3,49 miliar, naik 20,33 persen dibanding Februari 2022 atau naik 53,22 persen dibanding Maret 2021,” ucapnya.

Sedangkan impor nonmigas Maret 2022 tercatat senilai US$ 18,48 miliar, naik 34,50 persen dibanding Februari 2022 atau naik 27,34 persendibanding Maret 2021.

Yuwono mengungkapkan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2022 ini merupakan surplus selama 23 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 lalu. Ia berharap tren surplus ini dapat terjaga di bulan-bulan selanjutnya, sehingga pemulihan ekonomi Indonesia bisa berlangsung lebih cepat.

BACA JUGA:   BPJS Diminta Borong Surat Utang Negara
Tags: bpseksporimporneraca perdagangan surplus
Previous Post

Kredit Tak Tersalurkan dengan Baik, LDR Bank Banten Rendah di 66,47%

Next Post

PLN Terus Tawarkan Insentif Kendaraan Listrik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR