Jakarta, TopBusiness—BUMD di Indonesia sebaiknya memilih area bisnis tertentu. Yakni di sektor yang menjadi ketergantungan masyarakat. Hal itu dikatakan oleh Tenaga Profesional Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional), Gusnar Ismail, saat menjadi pembicara kunci acara puncak Top BUMD Awards 2022 di Jakarta (20/4/2022).
Gusnar memberikan contoh sektor yang seperti itu. Yakni sektor pertanian dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). “Jadi, BUMD sebaiknya masuk ke sektor yang bisa membentengi masyarakat,” ia menegaskan.
Dalam hal tersebut, masuk ke sektor pengamanan harga produk petani, bisa dilakukan oleh BUMD.
Membacakan sambutan dari Wakil Gubernur Lemhanas Marsekal Madya TNI Wieko Syofyan, Gusnar pun mengatakan bahwa BUMD perlu memikirkan jenis usaha yang ditekuni. Seyogianya, BUMD tidak main di area yang sudah digarap swasta karena akan berat.
“Kemudian, juga jangan ada di area yang sudah digarap masyarakat seperti koperasi,” kata dia.
Gusnar pun menyinggung tentang ekonomi RI pasca-Covid-19. Saat ini memang perekonomian mulai bergeliat lagi. Sekaligus, berdasarkan data tahunan Lemhanas, dapat dikatakan bahwa ekonomi RI belum terlalu kokoh.
“Jadi, kondisi ekonomi kita belum sepenuhnya pulih dari dampak Covid-19. Maka, hal ini bisa berpengaruh ke ketahanan nasional RI.”
