Jakarta, TopBusiness – Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tangerang, PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) alias Bank Kerta mendapatkan tiga target kinerja yang harus dituntaskan pada 2022 dari kepala daerah.
Direktur Bank Kerta Ai Suherlan menjelaskan, tiga target tersebut adalah pertama, target setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) berdasarkan APBD-P 2022 sebesar Rp 2,79 miliar.
Kedua, target pencapaian rekening One Student One Account (OSOA) berdasarkan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tangerang sebanyak 80 ribu rekening Tabungan Pelajar.
Target ketiga adalah pemberian kredit lunak kepada para pelaku usaha mikro berdasarkan program TPAKD Kabupaten Tangerang sebanyak 1.000 rekening dengan jumlah plafond Rp 5 miliar.
Berkat kerja keras dan langkah terobosan yang dilakukan tim manajemen, tiga target tersebut berhasil dicapai Bank Kerta. Setoran dividen sebagai PAD dari Bank Kerta pada 2022 mencapai Rp 3,2 miliar, melampaui yang ditargetkan kepala daerah.
Demikian pula realisasi rekening OSOA tercapai sebanyak 94.773 rekening Tabungan Pelajar dengan jumlah sekolah sebanyak 441 sekolah dari tingkat TK, SD, SLTP dan SLTA.
Sedangkan untuk realisasi pemberian kredit lunak kepada para pelaku usaha mikro, Bank Kerta menyalurkan kredit sebesar Rp 5,11 miliar untuk 870 rekening. “Pinjaman rata-rata sekitar Rp 5 juta per nasabah,” kata Ai dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilakukan secara daring, Rabu (1/3/2023).
Keberhasilan itu tentu tak lepas dari kinerja bisnis Bank Kerta yang cukup baik pada 2022. Dari sisi keuangan, total aset Bank Kerta naik dari Rp 523,59 miliar pada 2021 menjadi Rp 579,69 miliar. Kredit yang dikucurkan Bank Kerta juga meningkat dari Rp 376,91 miliar pada 2021 menjadi Rp 441,27 miliar.
Dana pihak ketiga naik menjadi Rp 226,41 miliar ketimbang Rp 216,92 milair pada 2021. Sedangkan laba tahun berjalan pada 2022 naik menjadi Rp 8,86 miliar, naik dibandingkan 2021 yang sebesar Rp 7,6 miliar.
Rasio keuangan Bank Kerta tahun 2022 juga cukup kuat dilihat dari permodalan, kualitas aset, rentabilitas dan likuiditas bank. Rasio KPMM Bank Kerta pada 2022 sebesar 23,67 persen, NPL netto 1,07 persen, ROA sebesar 2,22 persen, NIM 9,70 persen, BOP 87,59 persen, Cash Ratio 62,66 persen, LDR 86,03 persen. Total jumlah debitur Bank Kerta pada 2022 sebanyak 8.730 debitur.
Terobosan Pemasaran dan TI
Ai Suherlan menjelaskan, ada banyak terobosan atau inovasi yang dilakukan manajemen Bank Kerta untuk meningkatkan kinerja bisnis. Dari sisi layanan pelanggan antara lain pengembangan sistem layanan elektronik melalui aplikasi Mobile Banking. Saat ini masih dalam tahap uji coba dan proses perizinan. “Kami bekerja sama dengan vendor,” tutur Ai.
Inovasi lainnya adalah aplikasi LLOAN yang memudahkan masyarakat mengajukan permohonan kredit dengan cara mengakses melalui website BPR. Terobosan lainnya adalah penyelenggaraan payroll gaji ASN Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bank Kerta juga memiliki layanan mobil kas keliling, terutama ke sekolah-sekolah dan pasar.
“Kami juga kerja sama dengan bank umum dalam rangka layanan transaksi nasabah seperti transfer dana, pembayaran/pembelian online, dan lainnya,” kata Ai.
Selain pengembangan mobile banking, Bank Kerta juga melakukan pengembangan aplikasi-aplikasi untuk menunjang kegiatan operasional dan layanan produk BPR.
Manajemen Bank Kerta juga berupaya menyelaraskan sistem manajemen SDM dengan strategi bisnis, yang antara lain dilakukan dengan pembentukan Sub Bagian Supervisi Kredit pada Bagian Operasional KPNO dan pembentukan unit kerja Teknologi Informasi yang terpisah dari Bagian Akunting dan Pelaporan setingkat pejabat eksekutif.
“Kami juga meningkatkan status Kantor Kas Sepatan menjadi Kantor Cabang Sepatan, penambahan tenaga auditor SKAI 1 orang,” ujar Ai.
Tahun 2023 ini, menurut Ai, Bank Kerta menambah pegawai baru sebanyak 14 orang untuk Kantor Cabang baru dan pengembangan SOTK. Selain itu juga ada promosi jabatan untuk pengisian cabang baru dan perubahan SOTK.
Untuk upaya peningkatan kompetensi SDM, Air menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan seluruh pegawai sesuai rencana bisnis untuk mengikuti diklat-diklat yang diselenggarakan baik dari pihak eksternal maupun internal.
“Kami juga mengikutsertakan para pengurus untuk mengikuti uji kompetensi komisaris dan direksi, serta mengikutsertakan dalam acara-acara seminar baik yang dilakukan internal maupun eksternal,” kata dia.
Metode diklat SDM lebih mengutamakan pelatihan internal berupa pelatihan teknis operasional bank di semua unit kerja perusahaan.
Sedangkan untuk penilaian kinerja pegawai telah dilakukan dengan berbasis KPI, dengan parameter penilaian yang disesuaikan dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing pegawai berdasarkan jenjang jabatannya.
Menurut Ai, penilaian kinerja KPI tersebut dibuat secara bulanan yang dikaitkan dengan pemberian tunjangan kinerja pegawai pada bulan berikutnya.
“Penilaian kinerja KPI tersebut juga dibuat secara tahunan yang digunakan sebagai bahan penilaian dalam rangka promosi, mutasi, kenaikan pangkat atau golongan dan gaji berkala,” tuturnya.
Bank Kerta sudah melakukan penilaian GCG berdasarkan penilaian sendiri atau self assessment dengan skor 1,69 (Sangat Baik).
