Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi melemah.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis kemarin (21/04) ditutup melemah, Dow Jones -1,05%, diikuti S&P500 1,48%, dan Nasdaq 2,07% karena Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga hingga 50 bps di bulan Mei.
Data initial jobless claim turun sebesar 184 ribu, minggu sebelumnya sebesar 186 ribu, namun lebih besar dari perkiraan consensus yang memperkirakan 180 ribu. Yield UST 10Y naik 2,71% ke level 2,92% dan USD Index naik 0,25% ke level 100,59.
Pasar komoditas bergerak mixed; minyak WTI naik 1,0% ke level USD 104/bbl, nikel naik 1,0% ke level USD 33.911/ton, batubara naik 3,5% di level USD 358/ton, sementara CPO -0,9% ke MYR 6.542/ton, dan emas 0,4% ke level USD 1.948/toz.
Bursa Asia ditutup variatif pada perdagangan Kamis (21/04): Nikkei +1,2%, Kospi 0,4%, sedangkan Hang Seng -1,3%, dan Shanghai -2,3%.
IHSG ditutup menguat 0,7% ke level 7.276. Total keseluruhan net foreign buy sebesar Rp 1,19 triliun. Net buy asing di pasar regular sebesar Rp 1,8 triliun dan net sell di pasar negosiasi Rp 684 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 439,2 miliar), BMRI (Rp 332,4 miliar), dan BBNI (Rp 265,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh EXCL (Rp 27,5 miliar), INCO (Rp 24 miliar), dan BOGA (Rp 21,9 miliar).
Kasus Covid-19 di Indonesia ada penambahan 585 kasus baru kemarin (21/04), turun 21,1% dibandingkan hari sebelumnya dengan daily positive rate 0,4%. Recovery rate 96,9% dan kasus aktif sebanyak 31.219 pada hari yang sama.
Dari regional, pagi ini pasar Asia dibuka melemah, Nikkei -1,27% dan Kospi 0,88%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring pergerakan negatif bursa global dan regional,” demikian tertulis.
