TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Realisasi Investasi Jawa dan Luar Jawa Makin Berimbang

Nurdian Akhmad
27 April 2022 | 12:43
rubrik: Ekonomi
Covid-19 Merajalela, Izin Usaha Kesehatan Membeludak

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi di kuartal I 2022 mencapai Rp282,4 triliun. Angka ini naik 16,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan tumbuh 28,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan realisasi investasi Q and Q (per kuartal) kita baru kali ini tumbuh 16 persen, dan year on year (YoY)-nya (tahunan) juga 28,5 persen, ini rekor 10 tahun terakhir,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia kepada media, Rabu (27/4/2022).

Dari data BKPM, investasi luar Jawa tercatat Rp 148,7 triliun atau tumbuh 30 persen (yoy) dan Jawa Rp133,7 triliun atau 26,9 persen. “Investasi luar Jawa dan Jawa semakin seimbang sejak kuartal III 2021,” ucap dia.

Bahlil menambahkan, realisasi ini terbagi menjadi investasi dalam negeri (PMDN) dan investasi asing (PMA). PMDN tercatat mencapai Rp135,2 triliun, naik 13,3 persen dibanding kuartal sebelumnya dan 25,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan PMA mencapai Rp147,2 triliun, tumbuh 20,5 persen dibanding kuartal sebelumnya, dan naik 31,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ini untuk global, luar negeri, sudah mulai nyaman dan sudah mulai yakin terhadap stabilitas regulasi, kebijakan negara dalam mendorong investasi masuk ke Indonesia,” kata dia.

Dari sisi sektor, investasi yang dominan kuartal I 2022 adalah industri logam dasar, barang logam sebesar Rp39,7 triliun atau tumbuh 14 persen (yoy) dan kedua, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp39,5 triliun atau tumbuh 14 persen.

BACA JUGA:   PKS Minta Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Tambang yang Cemari Raja Ampat
Tags: bahlil lahadaliaBKPMrealisasi investasi
Previous Post

Pertamina Percepat Peningkatan Bauran Energi dengan Binary Unit

Next Post

Pebisnis: Properti 2021 Belum Terlalu Kondusif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR