Jakarta, TopBusiness—Kondisi sektor properti secara umum belum terlalu kondusif sepanjang tahun 2021. Sejumlah insentif kebijakan yang diluncurkan Pemerintah ke sektor properti berhasil mendorong peningkatan penjualan terutama di sektor perumahan.
“Namun belum sepenuhnya memberikan imbas di semua segmen pengembangan properti terutama penjualan apartemen,” kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development, Archied Noto Pradono, di Jakarta hari ini secara tertulis.
“Segmen perumahan terbukti paling besar mendapatkan manfaat dari berbagai insentif yang diluncurkan. Namun untuk produk properti high-rise seperti apartemen, pengaruhnya belum signifikan dan tidak serta merta mendorong pembelian maupun investasi,” ujarnya lebih lanjut.
Menjelaskan kinerja Intiland, Archied mengatakan bahwa secara total, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,63 triliun untuk tahun 2021.
Segmen pengembangan mixed use and high rise tercatat memberikan kontribusi paling besar senilai Rp772,4 miliar atau 29,4 persen dari keseluruhan. Kontributor pendapatan usaha berikutnya bersumber dari segmen kawasan perumahan senilai Rp688,3 miliar atau 26,2 persen.
Disusul dari segmen pengembangan kawasan industri yang memberikan kontribusi 19,3 persen atau sebesar Rp508,6 miliar.
Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor Rp1,03 triliun dan laba usaha sebesar Rp665,9 miliar atau masing-masing mengalami penurunan 13 persen dan 14 persen.
“Sementara jumlah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp12,2 miliar atau lebih rendah dibandingkan perolehan tahun 2020 yang mencapai Rp76,8 miliar,” kata dia.
