Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (23/5/2022) awal pekan ini, diperkirakan sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways.
Bursa AS pada penutupan Jumat pekan lalu (20/5) bergerak bervariasi. DJIA flat +0,03%, S&P 500 0,02%, dan Nasdaq -0,3%, seiring dengan kekhawatiran terhadap resesi, tingginya angka inflasi, dan keputusan The Fed terkait kenaikan suku bunga. Beberapa rilis data yang diperhatikan investor pada pekan ini adalah new home sales, risalah rapat FOMC, GDP growth rate, dan jobless claim.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat. Harga emas 0,1% di level USD 1.848,4/toz, CPO 0,7% ke level RM 6.119/ton, minyak 1,6% ke level USD 113,2/bbl, dan batubara 4,3% ke level USD 421,2/ton.
Bursa Asia ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu (20/05). Hang Seng +3,0%, Nikkei 1,3%, Shanghai 1,6%, dan Kospi 1,8%. Indeks EIDO ditutup melemah 0,5% dan IHSG juga menguat 1,4% pada perdagangan Jumat lalu (20/05) ke level 6.918, dengan net buy asing di pasar reguler Rp 374 miliar dan net sell asing di pasar negosiasi Rp 140 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADRO (Rp 218,2 miliar), INCO (Rp 106,8 miliar), dan UNVR (Rp 88,7 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi dicatatkan TLKM (Rp 159,2 miliar), BBCA (Rp 152,9 miliar), dan ARTO (Rp 76,5 miliar). Top leading movers adalah GOTO, ADRO, ASII, sedangkan top lagging movers adalah TLKM, BEBS, MDKA.
Terjadi penambahan 227 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positive rate sebesar 0,4% (recovery rate: 97,4%, kasus aktif: 3.657).
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Kospi 0,1% dan Nikkei 0,6%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways,” demikian tertulis.
