TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tren Pertumbuhan Perbankan Digital Disebut bakal Memacu Lima Hal Ini

Busthomi
25 May 2022 | 13:59
rubrik: Business Info
Penuhi Kebutuhan Nasabah, Bank Jago Rilis Aplikasi Digital Berbasis Life-Centric

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Digitalisasi sistem perbankan dan keuangan menjadi salah satu fokus agenda utama dalam Presidensi G20 2022 ini. Sebagai tuan rumah Presidensi G20, Indonesia telah mengedepankan transformasi digital dalam agendanya.

Dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Bank Indonesia mendorong enam agenda utama, beberapa yang terkait sektor perbankan digital antara lain; penguatan sistem pembayaran di era digital, dan peningkatan sistem keuangan yang inklusif.

Pada 2019, laporan McKinsey & Company menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, pengguna channel perbankan digital bulanan di Indonesia berkembang pesat hingga dua kali lebih cepat dibanding negara-negara berkembang Asia lainnya.

Lebih lanjut di laporan itu, sebanyak 55% nasabah perbankan konvensional (non-digital) di Indonesia dinilai sangat antusias mengadopsi layanan perbankan digital dibanding negara-negara berkembang lainnya di Asia, seperti India, Malaysia, Tiongkok, Thailand, Filipina dan Vietnam – menempati urutan kedua setelah Myanmar. Ini mengindikasikan kuatnya perkembangan dan penetrasi layanan digital untuk mendorong pertumbuhan literasi keuangan di Indonesia.

Apalagi nasabah perbankan di Indonesia termasuk sebagai nasabah paling antusias dalam mengadopsi perbankan digital. Hal ini disambut baik dengan semakin banyaknya bank yang menghadirkan layanan perbankan digital, terutama didorong pergeseran perilaku nasabah selama pandemi.

Menyambut hal tersebut, Silverlake Axis Ltd (“SAL” atau the “Group”), perusahaan pemimpin pasar di wilayah ASEAN untuk perangkat lunak inti perbankan menilai beberapa insight pertimbangan utama bagi pelaku industri perbankan digital di Tanah Air. Demikian disebut dalam keterangan resmi Silverlake Axis Ltd, Rabu (25/5/2022).

Setidaknya, ada lima pertimbangan teratas bagi pelaku industri bank digital Indonesia antara lain sebagai berikut:

  • Strategi pemenuhan tenaga kerja
BACA JUGA:   Hadirkan Bale Korpora, BTN Bidik 21.000 Nasabah Aktif

Memperhatikan ketersediaan tenaga kerja mumpuni dengan keterampilan khusus dalam membangun infrastruktur digital – yang harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh bank sentral (Bank Indonesia). Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan penyusunan strategi lebih awal, mencari tenaga kerja yang sesuai, melakukan wawancara, hingga mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan industri dengan cepat untuk menghindari kekurangan pasokan perekrutan karena lonjakan permintaan yang semakin meningkat.

  • Mengembangkan strategi pemasaran yang kuat

Strategi pemasaran yang tangguh untuk branding dan profiling perusahaan akan menjadi sebuah pesan yang kuat bagi para pemain industri lain tentang kekuatan konsorsium, dan akan membantu dalam mencari tenaga kerja dengan keterampilan tinggi. Selain itu, strategi pemasaran langsung ke konsumen (direct-to-consumer) yang memanfaatkan kanal asli akan memaksimalkan visibilitas di antara berbagai jenis konsumen, baik yang paham maupun tidak paham digital, serta yang tidak memiliki rekening bank sama sekali.

  • Sistem teknologi termutakhir namun ringan

Peninjauan terus-menerus dan berkala akan sistem stack yang diusulkan untuk bank digital pemain industri serta mengidentifikasi pengulangan dan inefisiensi akan meningkatkan kecepatan, stabilitas, hingga keandalan operasi. Selanjutnya, bank digital harus mengidentifikasi peluang akuisisi atau kemitraan komersial dengan penyedia layanan teknologi yang optimal.

  • Mengikuti update dan selalu mematuhi regulasi terkini

Dengan lanskap layanan keuangan dan perbankan yang terus berevolusi, termasuk pesatnya pertumbuhan penetrasi digital dan bertambahnya permintaan akan solusi finansial digital, Bank Indonesia berkomitmen terus memberikan dan memperbaharui regulasi perbankan digital untuk beroperasi dengan baik. Dengan komitmen yang baik dari bank-bank digital untuk terus up-to-date terhadap regulasi tersebut meningkatkan kesempatan untuk menghadirkan layanan baru yang dapat melayani nasabah dengan lebih baik.

  • Meningkatkan kualitas sistem keamanan siber
BACA JUGA:   Dashboard Real Time Perkuat Pemantauan Penanganan Bencana di Sumatera

Sejalan dengan upaya digitalisasi, privasi data merupakan bagian dari fokus Pemerintah Indonesia, terutama dengan meningkatnya bank digital di Tanah Air. Bank-bank tersebut perlu membangun strategi keamanan siber yang mumpuni, demi melindungi kerahasiaan data para nasabah dari kemungkinan ancaman serangan siber yang mungkin terjadi. Langkah keamanan siber yang kuat tentu saja mendongkrak kepercayaan dari nasabah, sambil memastikan sistem operasional berjalan lancar dan aman.

“Dengan portofolio pengalaman yang panjang Silverlake Axis untuk perangkat lunak inti perusahaan dan implementasinya, kami telah mempelajari faktor-faktor kunci kesuksesan yang disarankan untuk bank dengan layanan inti digital yang akan datang. Mayoritas pembelajaran dan pertimbangan ini pernah dialami oleh sejumlah klien kami dari bank-bank terbesar di Asia Tenggara yang sedang berada di jalur pertumbuhan yang baik,” ujar Andrew Tan, Group Managing Director, Silverlake Axis.

Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19, Silverlake baru-baru ini membukukan kinerja sepanjang tahun 2020 lalu yang kuat, yakni menutup kontrak senilai lebih dari Rp 680 triliun pada tahun finansial.

Selain itu, grup ini memperluas jejak globalnya untuk mencakup Jepang dan Dubai dan meluncurkan produk baru termasuk MÖBIUS, platform perbankan terbuka ujung-ke-ujung generasi ke-5 dan TrueSight, solusi pengaktifan nilai tambah baru untuk ekosistem asuransinya.

FOTO: Ilustrasi (Istimewa)

Tags: digitalisasiperbankan digitalsektor perbankan
Previous Post

BISI International Perkuat Beberapa Hal

Next Post

Inilah Platform untuk Awasi Distribusi Minyak Goreng Bersubsidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR