Jakarta, TopBusiness—Tahun 2022, PT BISI International, Tbk., akan tetap fokus dan memerkuat beberapa hal yang telah menunjukkan kemajuan dan hasil yang baik. Itu misalnya pengembangan jalur distribusi dan inovasi berkelanjutan pada varietas tahan virus dan tanaman bernilai tinggi.
“Kami pun akan meningkatkan kemitraan dengan petani, khususnya dengan ‘Corn Partnership Program’,” kata Direktur Utama BISI International, Agus Saputra W., dalam penjelasan tertulis yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness.
Agus juga mengatakan bahwa pihaknya akan tetap fokus pada efisiensi biaya dan kehati-hatian dalam menjaga arus kas keuangan perusahaan.
Ia memaparkan sejumlah proyeksi tahun 2022. Pertama, pada musim tanam ada penanda baik. Hal ini karena ada curah hujan normal di akhir tahun 2021.
Kedua, terkait kebijakan pemerintah. Kontrol harga dan pembatasan Impor berdampak pada kenaikan harga beras dan jagung di tingkat petani menjadi stabil.
Ketiga, tentang harga tukar uang. Di sini, BISI International berharap bahwa nilai tukar mata uang USD ke Rupiah menjadi stabil di tahun 2022. “Peningkatan harga bahan mentah herbicide diharapkan telah mencapai harga puncaknya dan dapat kembali normal.”
Keempat, tentang produk baru. Di sini, BISI International punya beberapa produk baru. Ada beberapa varian benih jagung. Dan bibit yang tahan virus seperti cabe, tomat dan melon.
