Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (31/05/2022) ini, berpotensi bergerak sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Bursa Eropa semalam ditutup menguat. DAX +0,79%, FTSE 0,19%, dan CAC +0.72%. Hal ini didukung membaiknya sentimen pasar dari relaksasi restriksi COVID-19 di China, walau investor masih memperhatikan data inflasi regional. Pasar AS semalam tutup dikarenakan memperingati Memorial Day. Sejumlah data ekonomi dijadwalkan rilis malam ini, diantaranya indeks harga perumahan AS (cons: 20%; prev: 20,2%) dan indeks kepercayaan konsumen bulan Mei (Cons: 55; Prev: 58,5).
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent naik 1,84% menjadi USD121,6/bbl, begitu juga nikel 3,23%, sedangkan batu bara turun 1,39% menjadi USD401/ton, dan CPO turun 1,9%. Sementara itu, emas terpantau stabil (+0,14%).
Pada akhir perdagangan Senin (30/5), IHSG ditutup naik 0,16% ke level 7.037.6. Top leading movers emiten BMRI, GOTO, SMGR, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, ADRO. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 7,2 miliar (pasar regular: net sell Rp 9,6 miliar; pasar negosiasi: net buy Rp 16,8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 127,5 miliar), BBCA (Rp 113,6 miliar), dan BBNI (Rp 69,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 258,2 miliar), SMGR (Rp 86,1 miliar), dan PTBA (Rp 44,3 miliar).
Terjadi penambahan 218 kasus baru COVID-19 per kemarin (30/5) dengan positivity rate sebesar 0,3% (kasus aktif: 2,871), dan 287 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 97,4%.
“Kami memandang IHSG mungkin bergerak sideways hari ini mengingat penguatan bursa global yang diiringi pergerakan bervariasi di pasar komoditas menjelang libur besok,” demikian tertulis.
