TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menteri Basuki Tekankan Peran Bendungan dalam Mengatasi Krisis Air

Albarsyah
31 May 2022 | 11:26
rubrik: Business Info
Menteri Basuki Tekankan Peran Bendungan dalam Mengatasi Krisis Air

Jakarta, TopBusiness – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri International Commission On Large Dams (ICOLD) 27th Congress & 90th Annual Meeting yang diadakan di Marseille, Prancis pada 30 Mei – 1 Juni 2022.

Kongres dan Pertemuan Tahunan ICOLD merupakan agenda rutin komunitas bendungan internasional yang membahas isu pembangunan dan pengelolaan bendungan besar.

Menteri Basuki menjelaskan bahwa saat ini krisis air merupakan tantangan global seiring dengan meningkatnya permintaan air karena pesatnya urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, Pandemi Covid-19, dan isu perubahan iklim.

Studi OECD menyatakan permintaan air global akan meningkat sebesar 55% hingga tahun 2050, terutama karena pertumbuhan penduduk dan industri. Untuk itu, diperlukan pengelolaan sumber daya air secara efektif.

“Kita harus membangun lebih banyak bendungan dan mengelola bendungan eksisting lebih efisien. Sejak tahun 2015, Indonesia telah membangun 61 bendungan baru dan melakukan optimasi 231 bendungan/waduk eksisting untuk meningkatkan ketersediaan air mendukung pertanian, industri, pariwisata, perkotaan, kebutuhan domestik, dan kegiatan lainnya,” kata Menteri Basuki dalam dalam sambutannya pada Pembukaan ICOLD 27th Congress & 90th Annual Meeting, Senin (30/5/2022).

Untuk meningkatkan kapasitas retensi banjir pada musim hujan, Kementerian PUPR akan menambah pintu air pada 21 bendungan baru dan 24 bendungan yang tengah dibangun. Selain itu, dalam rangka menjaga keseimbangan air pada wilayah sungai, saat ini telah dan akan terus dibangun fasilitas interkoneksi antar bendungan.

“Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, kita mampu untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi informasi terkini untuk mengelola dan mengoperasikan waduk secara efektif. Sebagai contoh, untuk mendapatkan parameter hidrologi yang lebih akurat dan juga mengurangi risiko bencana, dilakukan pemodelan perkiraan inflow bendungan,” terang Basuki.

BACA JUGA:   Top, UMKM Binaan PLN Siap Meriahkan Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menekankan bahwa kita harus menaruh perhatian lebih besar pada isu keselamatan bendungan, seperti pekerjaan perbaikan bendungan, rehabilitasi instrumentasi bendungan, dan penyesuaian pola operasi waduk.

Terakhir, Menteri Basuki berharap pertemuan ICOLD tahun ini dapat mendukung pertukaran pengetahuan tentang pembangunan dan kemajuan bendungan di seluruh dunia dan dapat menghasilkan beberapa ide atau terobosan baru dalam pembangunan bendungan.

Previous Post

Pertamina EP Resmikan Stasiun Pengumpul, Tingkatkan Produksi Gas hingga 15 MMSCFD

Next Post

Dongkrak Ekonomi Nasional dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR