Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (02/06/2022), berpotensi bergerak melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah.
Bursa AS semalam ditutup melemah. Nasdaq turun 0,7%, S&P500 0,8%, dan DJIA 0,5%, seiring dengan kekhawatiran investor akan kesehatan ekonomi AS; CEO JPMorgan Jamie Dimon mengatakan bahwa investor harus bersiap menghadapi “angin topan” ekonomi akibat kebijakan pengetatan moneter The Fed dan konflik Rusia-Ukraina. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan data jobless claim yang akan dirilis nanti malam.
Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi. Emas naik 0,5% menjadi USD 1.841/ toz, diikuti CPO 0,9% ke level RM 6.360/ton, sedangkan batu bara turun 4,0% ke level USD 354/ton dan minyak WTI 0,2% ke level USD 115/bbl.
Bursa Asia kemarin (1/6) ditutup bervariasi. Shanghai -0,1%, Hang Seng 0,6%, Nikkei +0,7%, sedangkan Kospi tutup. Pada perdagangan Selasa (31/5), IHSG ditutup naik 1,6% ke level 7.149, dengan net buy asing di pasar reguler Rp 4,3 triliun dan net sell di pasar negosiasi Rp 227,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ADMR (Rp 1,4 triliun), BBRI (Rp 446,8 miliar), dan BBCA (Rp 391,8 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan INTP (Rp 343,5 miliar), TLKM (Rp 128,4 miliar), dan BBNI (Rp 123,3 miliar). Top leading movers adalah BBRI, BMRI, BBCA sementara GOTO, ADMR, dan INTP menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 368 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (1/6) dengan positivity rate sebesar 0,6% (recovery rate: 97,4%, kasus aktif: 3.141).
Pagi ini pasar regional dibuka merah, Nikkei 0,6% dan Kospi 0,9%. “Dengan tekanan dari sentimen negqatif bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” demikian tertulis.
