TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba BSM Naik Didorong Turunnya Biaya Dana Dan Naiknya Imbal Hasil Penempatan Dana

Nurdian Akhmad
15 February 2016 | 18:14
rubrik: Finance

Jakarta -Thebusinessnews PT Bank Syariah Mandiri (BSM) memperkirakan perolehan laba bersih sepanjang 2015, akan naik signifikan. Hal itu disebakan naiknya imbal hasil penempatan dana dan turunya biaya dana

Direktur Keuangan  and Stategy BSM mengungkapkan belum memberikan angka resmi karena menunggu induknya yaitu Bank Mandiri Tbk.

“Laba 2015, jauh lebih baik dari 2014. Signifikan membaik. Laba bersih meningkat signifikan dan menjadi salah satu laba terbesar bank syariah, ” kata dia di Jakarta, Senin (15/2/2016).

Ia menyatakan pendorong naiknya laba itu  yaitu jumlah kredit surplus dari pelunasan. Sehingga surplus tersebut dapat menutupi pembiayaan yang baru. “Pada 2015, bisa plus sekitar Rp 2 triliun. Artinya yang mengangsur bisa menutupi pembiayaan baru. Total penyaluran Rp 34,4 triliun di 2015 yang melunasi Rp 32 triliun. Sehingga sisanya Rp 2,4 triliun, masih plus. Itulah yang membuat kinerja 2015 meningkat di tengah kondisi sulit makro belum kondusif. Padahal, pembiayaan 2014 minus Rp 1,3 triliun, ” kata dia.

Alasan lain laba akhir 2015 positif karena berhasil menempatkan dana-dana di penempatan sukuk berbasis proyek Rp 2 triliun. Implikasinya bisa tempatkan dana di situ sehingga ada yield atau imbal hasil. Rate 8,7% – 8,8%. Yield naik dari 5,5 menjadi 8,8 %.

“Kami punya dana pihak ketiga sampai akhir 2015, total Rp 62,1 triliun. Tumbuh sekitar 4%, atau Rp 2,3 triliun dibandingkan akhir 2014. Deposito turun Rp 650 miliar, yang naik tabungan Rp 2,3 triliun, praktis tumbuhnya di tabungan. Giro naik Rp 650 miliar. Sehingga dana murah (CASA) mencapai 49, ” katanya.(az)

BACA JUGA:   Bank Mandiri Setujui Pembiayaan Infratruktur Rp 20 Triliun, Namum terkendala ketidakPastian Hukum.
Previous Post

BSM Bidik Pertumbuhan Pembiayan 10-12 Persen Tahun 2016

Next Post

BSM Minta Penempatan Sukuk Sebagai Pembiayaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR