Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mempunyai rencana pembiayaan akan ditarget kisaran 10 – 12 % hingga akhir 2016.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Syariah Mandiri, Agus Dwi Handaya mengatakan dengan melebarkan segmen ritel pada tahun ini pada porsi pembiayaan.”Pada 2016, pembiayaan naik Rp 2 triliun. Fokus jangkapanjang ada di retail, ” kata dia di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Komposisi ritel, kata dia akan kisaran 60-70% retail, dan sisanya non retail. Posisi saat ini pembiayaan retail 56%, sisanya 44%. “Tapi karena menyiapkan infrastruktur dulu sehingga tidak melupakan segmen non retail, ” kata dia.
Ia menjelaskan, untuk strategi pembiayaan, pertama pembiayaan tumbuh di non retail ada di korporasi – korporasi yang bekerjasama dengan bank mandiri, penilaiannya ada di Bank Mandiri. Kedua, proyek – proyek pemerintah termasuk di sukuk. Ketiga, market segmen yang spesifik Rumah Sakit Islam, Sekolah Islam dan Perguruan Tinggi Islam.
Adapun target Dana Pihak Ketiga (DPK) 12 – 14 %.Deposito tidak ditargetkan secara khusus untuk tumbuh karena cost of fund tinggi. Deposito paling tidak bisa mencapai Rp 650 miliar, kalau bisa sekitar Rp 700-750 miliar.
“Kemungkinan ada penyesuaian suku bunga melihat risiko, ada di DPK. Untuk DPK relatif bagus cost of fund, butuh waktu risiko nasabah per nasabah karena tidak melakukan seragam ke nasabah, ” jelas dia.
Sedangkan target Capital Adequacy Ratio (CAR) 13,5%-14%. Memperkuat CAR adanya kebutuhan modal Rp1,5 triliun.
” Sumber bisa berasal dari berbagai alternatif, apakah sukuk diperbesar, bisa juga diberikan cash oleh Bank Mandiri, dan bisa juga dengan rebrand. Bisa juga dengan sukuk terbitkan lagi Rp 500 miliar, karena yang sebelumnya akan jatuh tempo pada tahun ini, ” ucap dia. (az)