Jakarta-Thebusinessnews. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengungkapkan, kebijakan larangan impor jagung diperkirakan akan menurunkan peringkat utang PT FKS Multi Agro Tbk di tengah tren kenaikan sejumlah harga komoditas pangan dunia.
Analis Pefindo, Mega Nugroho menyatakan saat ini peringkat FKS Multi Agro untuk periode 11 Desember 2015-1 Desember 2016 di posisi BBB+ dengan prospek stabil.
“Beberapa tahun lalu FISH masih bisa mengimpor jagung. Tetapi, kebijakan pemerintah yang melarang impor jagung bisa berdampak pada penurunan peringkat perusahaan,” kata Mega di Jakarta,Selasa(16/2/2016)
Dia mengungkapkan, peringkat FKS Multi Agro bisa diturunkan jika perseroan mengalami pelemahan kinerja operasional akibat ketatnya persaingan di tingkat global. “Jika perusahaan membukukan utang yang lebih tinggi dari perkiraan, maka ini juga bisa menurunkan peringkat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Mega mengatakan, peringkat BBB+ yang dipegang perusahaan sektor perdagangan kedelai dan jagung ini didukung oleh kuatnya posisi bisnis perseroan, kebijakan perdagangan yang konservatif dan jaringan distribusi yang luas.
Sementara itu, jelas dia, selama ini faktor yang membatasi peringkat perseroan adalah struktur permodalan yang agresif dan proteksi arus kas di bawah rata-rata. “Eksposur terhadap pasar komoditas global juga membatasi peringkat FISH,” ujar Mega.
Dia menyatakan, harga komoditas pangan global yang volatile dalam tren kenaikan, tentunya akan menurunkan permintaan konsumen terhadap jagung dan kedelai. “Selama ini impor dari Amerika Serikat dan dijual kepada pihak-pihak yang memproduksi pakan ternak, seperti Japfa,” ucapnya.
Namun, menurut Mega, Pefindo akan menaikkan peringkat FISH jika perseroan mampu membukukan struktur permodalan yang konservatif dan adanyan penguatan arus kas. “Hal ini harus disertai dengan likuiditas yang kuat untuk mendukung kebutuhan modal kerja,” tuturnya. (az)