TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Suku Bunga Rendah, Perbankan Dituntut Efesien

Nurdian Akhmad
16 February 2016 | 18:08
rubrik: Finance

Jakarta-Thebusinessnews. Bank-bank selama ini sangat tergantung dari pendapatan berbasis bunga atau inSehingga mereka menjadi suka dengan suku bunga tinggi, . Tak pelak bunga perbankan di Indonesia tergolong paling tinggi.
Dengan suku bunga tinggi, membuat keuntungan bank berlipat ganda. Namun sebaiknya ke depan, bank-bank jangan lagi tergantung kepada suku bunga melainkan lebih kreatif dengan mencari penghasilan dari fee base.

“Ini jadi tantangan perbankan. Bagaimana mereka bisa lebih efisien dengan menurunkan suku bunganya. Sehingga porsi suku bunga mestinya dapat diganti dengan porsi fee base,” kata analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Hendro Utomo, di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Dengan kondisi suku bunga tinggi saat ini, Indonesia susah bersaing dengan negara tetangga. Soalnya, di negara-negara tetangga suku bunganya relatif rendah. Padahal BI Rate sudah diturunkan jadi 7,25 persen dan berpotensi jadi 7 persen.

“Maka wajar pemerintan berharap industri perbankan mau menurunkan suku bunga pinjamannya. Karena dengan bank gencar mengucurkan suku bunganya itu maka bank sendiri akan dapat terus nertumbuh. Dan berdampak positif pada perekonomian,” paparnya.

Saat ini, kata dia, persoalan efisiensi menjadi masalah besar perbankan nasional. Indikator tidak efisiennya terlihat dari tingginya biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di perbankan dibanding negara lain.

“Ini jadi tantangan bank-bank kita agar lebih efisien. Karena bank yang melakukan transactional bank itu masih sedikit. Didominasi oleh bank-bank besar. Sementara bank yang 120 itu masih harus dipikurkan industri,” terang dia.(az)

BACA JUGA:   OJK Berikan Aturan Baru Pergadaian
Previous Post

Kemampuan Bayar Utang Importir Jagung Bergantung Kebijakan Pemerintah

Next Post

Schroder Invesment Luncurkan Reksa Dana Saham Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR