TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IPO, Saraswanti Indoland Targetkan bisa Genjot Penjualan dan Laba

Busthomi
21 June 2022 | 14:50
rubrik: Capital Market
IPO, Saraswanti Indoland Targetkan bisa Genjot Penjualan dan Laba

Jakarta, TopBusiness — Manajemen PT Saraswanti Indoland Development Tbk optimistis kinerja perseroan terdongkrak setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan bakal melakukan aksi korporasi ini melalu skema initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham.  

Peningkatan kinerja tidak hanya penjualan, calon emiten berkode saham SWID ini juga yakin torehan laba pada 2023 turut meningkat seiring membaiknya iklim bisnis properti di Indonesia.

“IPO merupakan mile stone untuk menuju level yang lebih tinggi. Kami optimistis kinerja akan meningkat mulai 2023,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk Bogat Agus Riyono dalam paparan public, dikutip Selasa (21/6/2022).

Perseroan akan melantai di BEI dengan skema IPO itu dengan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Menuru Bogat, IPO merupakan strategi untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih baik dan menciptakan nilai tambah bagi perseroan.

Setelah IPO, penjualan perseroan tahun 2023 akan tumbuh di atas 15% dibandingkan 2022. Lalu, laba bersih akan melonjak dua kali lipat dari torehan 2022.

“Berakhirnya pandemi Covid-19 memberikan angin segar bagi bisnis properti. Kegiatan bisnis dan pariwisata membangkitkan kembali gairah dunia perhotelan,” terangnya.

Lebih lanjut, pasca-IPO perseroan akan mempercepat pelaksanaan empat pilar strategi perusahaan yaitu developing great leaders dan delivering different product and servis (differentiation strategy). Lalu, efficient operations (efficiency strategy) dan diversification strategy. Saat ini, SWID memiliki dan mengembangkan mixed use building Mataram City di Kota Yogyakarta.

Di proyek ini telah beroperasi tiga menara yang mencakup satu hotel berkapasitas 264 kamar dan dua apartemen. Selain itu, tersedia sebuah Convention Center.

BACA JUGA:   Kinerja kian Positif, VIVA Konsisten Perkuat Lini Bisnis Digital

“Peningkatan revenue dari recurring income kami genjot dari hotel, antara lain dengan penambahan delapan ruang meeting di The Alana Yogyakarta,” ujar Bogat.

Lalu, perseroan juga memiliki kondotel Inside by Melia dengan kapasitas 242 kamar. Kondotel ini juga dilengkapi dengan ruang pertemuan berkapasitas kisaran 20-300 orang.

Selanjutnya, perseroan akan mengembangkan proyek landed house, Banyu Bening, The Villa Resort yang terdiri dari 56 unit rumah di atas lahan seluas 9.000 meter persegi di daerah Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.

Harga IPO

Mengutip prospektus perseroan, Saraswanti Indoland akan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Raihan total dana hasil IPO yang akan dihimpun oleh perseroan diperkirakan mencapai di kisaran Rp61,2-68 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham dan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Modal kerja yang dimaksud terkait dengan pembayaran untuk biaya pemeliharaan MICC dan hotel, pembelian bahan baku untuk makanan dan minuman, pembelian persediaan hotel, pembayaran tenaga kerja dan utilitas, modal kerja untuk pembayaran kepada pemasok dan kontraktor dalam rangka pembangunan proyek apartemen Arjuna dan Bima serta pembangunan proyek Banyu Bening.

Secara bersamaan, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 340 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru atau setara 6,74% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang satu saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I, dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

BACA JUGA:   KEEN Targetkan Laba Bersih di 2021 Capai US$ 11,1 Juta

Untuk jadwal masa penawaran awal dari 17-23 Juni 2022, tanggal efektif 30 Juni 2022, masa penawaran umum 1-5 Juli 2022, tanggal penjatahan 5 Juli 2022, distribusi saham dan Waran Seri I secara elektronik 6 Juli 2022, pencatatan saham dan Waran Seri I 7 Juli 2022, akhir Perdagangan Waran Seri I – Pasar Reguler dan Negosiasi 4 Januari 2024, akhir Perdagangan Waran Seri I – Pasar Tunai 5 Januari 2024, awal Pelaksanaan Waran Seri I 6 Januari 2023, akhir Pelaksanaan Waran Seri I 6 Januari 2024 serta akhir Masa Berlaku Waran Seri I : 6 Januari 2024.

FOTO: Istimewa

Tags: ipokinerja keuangansaraswanti indoland development Tbksektor properti
Previous Post

Dukung Tercapainya Target NDC 2030, Perhutani dan PPI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Next Post

Industri RI Makin Agresif Ekspor ke Eropa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR