Jakarta, TopBusiness—Ketua Dewan Pembina Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Hilmi Panigoro, memberikan sejumlah pesan kepada peserta munas (musyawarah nasional) METI, di Jakarta hari ini.
Hilmi, antara lain, mengatakan bahwa ada satu tantangan baru yang asalnya dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “Saya ingat bahwa saat membuka konferensi kita tahun 2021, presiden kita menyampaikan hal tertentu,” kata Hilmi.
Saat itu, presiden RI menginginkan hal yang akurat dan rinci tentang gap yang harus dibayar untuk mencapai target net zero emission di tahun 2060. “Saat itu, presiden berkata tentang apa saja yang diperlukan untuk mencapai hal itu. Dan ini adalah tantangan untuk anggota METI,” Hilmi berkata.
Presiden RI pun, Hilmi menambahkan, mengatakan bahwa bila ada gap besar untuk target tersebut dan negara maju tidak mau andil, maka yang terjadi adalah business as usual dalam pencapaian target itu.
“Jadi, ini adalah tantangan kita. Kebijakan pemikiran kita harus sesuai dengan tuntutan global,” ucap Hilmi.
METI, kata Hilmi lagi, merupakan tempat bagi stakeholders untuk bertemu dan mencari terobosan-terobosan baru.
