Jakarta, TopBusiness – Bagi PT Pertamina Lubricant (PTPL), salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dengan core business sebagai produsen pelumas (OIL) untuk seluruh pengguna kendaraaan bermotor dari roda dua, roda empat hingga peralatan alat-alat berat di berbagai industri mining, oil & gas, perkebunan serta sektor lainnya.
Brand Pertamina Lubricant memang sudah tidak asing lagi bagi seluruh penguna pelumas di dalam negeri, bahkan sudah merambah ke luar negeri. Bagi penguna motor sportGP, serta Formula 1 juga telah menggunakan brand yang sangat berkualitas dengan menggunakan stándar internasional.
“Dalam program Jangka Panjang Perusahaan (RPJM) 2022-2026 kami akan menjadi perusahaan unggul dalam tata kelola dengan juga berbasikan pengeloaan dengan keungulan Teknologi informasi (TI) dengan target pasar luar negeri,” tegas Direktur Finance & Business Suport, Catur Darmawan, kepada Dewan Juri TOP GRC Awards melalui daring, Rabu (29/6/2022).
Tentunya dalam penguasaan pasar akan pelumas ini, PTPL sangat gencar melakukan branding produk di dalam negeri. Tak hanya berhenti di situ saja, terobosan untuk menguasai pasar Asia Pasifik dilakukan dan telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti membangun pabrik di negeri gajah Putih, Thailand.
Serta telah menerobos pasar Australia dan juga menggandeng para pengusa UMKM. Itu agar para UMKM ini menjadi pemain global.
Saat ini PTPL telah melakukan ekpansi bisnis ke-14 negara dan 16 distributor pelumas di luar negeri.
Daya dongkrak penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) dalam membangun budaya perusahaan dengan tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG). Tentu, dengan diterapkan budaya kerja berbasiskan GRC terintegrasi ini turut mendongkrak budaya kerja yang baik, serta meningkatkan capaian penjualan yang sangat membanggakan.
Tercatat capaian kinerja keuangan pada tahun 2020 sebasar Rp 9,58 triliun dan tahun 2021 Rp 11,407 triliun. Sementara capain laba tahun 2020 senedar Rp 2.139 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp 1.868 miliar.
Dalam membangun budaya kerja berbasiskan kepada GRC, perusahaan pelumas ini sangatlah patuh dengan regulasi external, sistem dan kebijakan manajemen kepatuhan. Serta menerapkan dengan sangat ketat managemen risiko bagi seluruh insan PTPL melalui whistleblowing system (WBS). Bagi seluruh insan PTPL wajib menandatangani kontrak pakta anti penyuapan, jika ingin bergabung di perusahaan pelumas ini.
Pembangunan budaya GRC terintegrasi ini mendapatkan dukungan teknologi digital terintegrasi pula agar efisiensi, efektitas, tranparansi di seluruh lini dapat tercapai pula. Untuk itu pula telah terbangun Big Data dengan sekuriti sistem yang memberikan kenyaman bagi perusahaan.
Foto: Istimewa
