Jakarta, TopBusiness—PT Phapros, Tbk., menjalankan strategi mengelola risiko tertentu dalam pengadaan bahan baku obat.
“Risiko pengadaan bahan baku obat, sangat kami cermati,” kata Corporate Secretary Phapros, Zahmilia Akbar, hari ini dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Ia menjelaskan bahwa, sekitar 90% bahan baku farmasi di Indonesia, harus diimpor. Maka Phapros harus memerhitungkan risiko terhambatnya pasokan bahan baku karena gangguan tertentu.
“Sebagai contoh, saat ada kemacetan lalu-lintas Terusan Suez, pasokan tersebut bisa terganggu, bukan?” kata dia.
Meminimalkan risiko pengadaan bahan baku seperti itu, Phapros menyiapkan sumber alternatif. Itu yakni dengan memerbanyak sumber tersebut.
Perbanyakan tersebut pun, kata Zahmilia, tidak mudah. Karena untuk itu Phapros harus mengikuti sejumlah prosedur atau pun perizinan dari regulator seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Ia pun menjelaskan bahwa, saat awal masa Covid-19 di Indonesia, Phapros sempat mengalami kendala pasokan bahan baku. Penyebab hal itu karena kelangkaan transportasi kapal laut.
Saat masa awal Covid-19 pun, Pharos bertemu dengan risiko lain. Yakni harus mengubah sejumlah produk. “Namun saat ini, persoalan tersebut juga sudah berhasil kami tangani,” kata dia.
Komite Pendukung
Dalam presentasi tersebut, Zahmilia juga menjelaskan sejumlah hal tentang praktik GRC di Phapros. Ia antara lain mengatakan bahwa Phapros punya sejumlah komite pendukung/pelaksana GRC.
Itu antara lain, pertama, komite audit. Ini adalah komite yang dibawahkan oleh dewan komisaris. Kedua, adalah komite nominasi dan remunerasi, yang ada di bawah dewan direksi/komisaris.
Adapun yang ketiga adalah komite manajemen risiko dan GCG. “Komite yang ini ada di bawah komisaris,” Zahmilia menjelaskan lagi.
Kemudian, ia menjelaskan kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC di Phapros. Di situ, ada banyak dokumen dan sistem yang sudah dipunyai perusahaan tersebut.
Contoh hal itu adalah adanya board manual, code of conduct, audit committee charter, risk and GCG committee, internal audit charter, pedoman gratifikasi, pedoman tata kelola TI, sistem pengendalian internal, corporate secretary charter, dan lain-lain.
Skor GCG untuk Phapros di tahun 2021 adalah pada 95,36 atau berarti ‘sangat baik’. “Sementara untuk tahun 2021, berdasarkan penilaian internal, skor GCG kami di 91,01 atau ‘sangat baik’,” kata dia.
