Jakarta, TopBusiness – Sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan dalam membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), PT BPR BKK Karangmalang (Perseroda) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sragen terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan yaitu penerapan GRC di BPR BKK Karangmalang. Benar saja, penerapan GRC yang dilakukan BPR BKK Karangmalang mampu menjaga perusahaan di tengah gempuran pandemi Covid 19.
“Pengaruh pandemi covid 19 UMKM yang sangat terdampak. Para UMKM omsetnya menurun bahkan ada yang tidak mampu beroperasi atau bertahan sehingga bangkrut atau gulung tikar, sebagai contoh nasabah kami yang pengusaha peternakan. Dengan pandemi tersebut Pertumbuhan kredit tidak naik signifikan dan banyaknya keterlambatan angsur kredit sehingga kualitas kredit NPl meningkat berdampak pada menurunnya pendapatan kredit sehingga berdampak pada laba perusahaan. Hal ini menurunkan kinerja profitabilitas rasio ROA yang menurun di bandingkan tahun lalu,” uajr Suparno, SE, MM selau Direktur Umum dan Kepatuhan PT BPR BKK Karangmalang saat sesi penjurian TOP GRC Awards 2022 secara online oleh Majalah TopBusiness, Selasa (5/7/2022).
Terapkan GRC secara Terintegrasi
Dalam setiap operasional usaha harus mengacu pada SOP yang telah disusun oleh perusahaan dengan melibatkan berbagai unsur perusahaan, sehingga nanti akan dipatuhi bersama-sama secara konsisten dan tidak saling tumpang tindih. Sehingga setiap transaksi, kegiatan atau apapun terkait operasional perusahaan sudah melalui tahap filterisasi semua unsur yang mendukung pelaksanaan GRC di perusahaan.
“Sebagai contoh, dalam pencairan kredit, sebelum kredit itu dicairkan harus sudah melalui mekanisme yang ada seperti analisa kredit, kemudian legalitas di cek oleh bagian legal, kemudian ada pembahasan komite kredit, selanjutnya diperiksa oleh Satker Manris dan kepatuhan terkait risiko yang mungkin timbul dan kepatuhan pada SOP yang berlaku,” terang Suparno.
Dalam mengimplementasikan GRC, BPR BKK Karangmalang memanfaatkan TI. Dengan dukungan TI bisa mendeteksi semua transaksi yang berpotensi menimbulkan kerugian dan dapat membuat kontrol sehingga semua transaksi di paksa untuk sesuai prosedur dengan penerapan batasan kewenangan seperti approval via online dan sebagainya.
“Dengan dukungan TI dapat mengantisipasi pencatatan palsu dengan memberikan notifikasi transaksi kepada nasabah,” kata Suparno.
Selain itu, pemanfaatan TI juga dilakukan guna mendukung pengelolaan bisnis. Dengan dukungan TI pelaksanaan operasional bisa lebih cepat dan akurat serta pengembangan usaha dan layanan ke masyarakat lebih cepat dan jangkauan yang luas.
Penulis: Mi’roji
