Jakarta, TopBusiness – Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis berbasis komoditas perkebunan, dengan produk utama ribbed smoked sheet (rss), biji kopi, teh hitam dan gula serta juga bergerak di bidang industri hilir dan wisata agro, PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) berusaha mencapai sasaran perusahaan dengan maksimal. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan governance, risk management, dan compliance management (GRC) secara penuh.
GRC atau Governance, Risk Management, and Compliance merupakan pendekatan suatu organisasi terhadap tiga bidang, yaitu tata kelola perusahaan, manajemen risiko korporasi, dan kepatuhan terhadap peraturan. Ketiga bidang ini saling terkait sehingga perlu diintegrasikan dan diselaraskan guna mencegah terjadinya konflik, menghindari tumpang tindih, dan menutupi lubang di antara ketiganya.
Skor GCG dengan Kategori Baik
Menurut Kasubag Sekretariat, Humas, PKBL & Umum PT Perkebunan Nusantara IX Yoga Agung Jatmika dalam wawancara penjurian TOP GRC 2022, bentuk implementasi GRC yang dilakukan PTPN IX secara umum ada 2. Pertama, Melaksanakan Sistem Manajemen Lingkungan dan Rainforest. Kedua. PTPN IX memiliki sistem manajemen terintegrasi yaitu Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan & Rainforest yang mencakup pengendalian proses bisnis, mitigasi resiko yang terjadi dan pemenuhan sesuai dengan aturan yang berlaku.
PTPN IX bahkan juga telah menerapkan implementasi GRC Terintegrasi. Hal ini ditandai dengan dimilikinya sistem manajemen terintegrasi yaitu Penerapan ISO 9001, ISO 14001,ISO 31000,ISO 37001,SNI, Rainforest Alliance, dan Sertifikasi Halal yang mencakup pengendalian proses bisnis, mitigasi risiko yang terjadi dan pemenuhan sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun penerapan GRC Terintegrasi yang telah dilakukan perusahaan adalah dengan dihadirkannya Program Strategis Perusahaan atau Aksi Korporasi harus dilengkapi dengan kajian bidang risiko guna penerapan pengelolaan risiko. Selain itu adanya Penerapan Due Dilligence untuk Proses Bisnis baru atau Kerjasama baru dengan melakukan Feasibility Study untuk kelayakan bisnis dan melaksanakan berdasarkan aturan yang berlaku di PTPN IX sehingga comply.
Semua implementasi GCG yang dilaksanakan PTPN IX tersebut, terbukti berhasil. Hal ini karena skor assessment implementasi GCG di PTPN IX tahun 2021 dicatat sebesar 81,716 atau dengan kategori Baik.
Strategi Bisnis Siasati Masa Pandemi
Selain keberhasilannya mengimplementasikan GRC, PTPN IX dicatat menghadirkan strategi bisnis guna mendukung kinerja di masa Pandemi Covid 19. Pandemi Covid 19 dicatat memiliki dampak besar terhadap penurunan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan publik baik di Indonesia maupun di dunia. Termasuk tentu saja dirasakan oleh PTPN IX. Ada 4 strategi bisnis yang telah dilaksanakan PTPN IX terkait Pandemi Covid 19. Keempat strategi bisnis tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama. Pembentukan Gugus Covid 19 dan memanfaatkan sarana teleconference dalam koordinasi pekerjaan. Kedua. Penekanan Harga Pokok Produksi dengan cost efficiency. Ketiga. Memanfaatkan kanal digital dalam meningkatkan penjualan produk hilir maupun wisata agro. Dan keempat, percepatan vaksinansi untuk seluruh karyawan.
Strategi bisnis PTPN IX tersebut ternyata berhasil. Dicatat terjadi kenaikan penjualan pada masa Pandemi Covid 19. Tahun 2020 penjualan dicatat sebesar 786 milyar rupiah, dan pada tahun 2021 naik menjadi Rp 867 miliar.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
