TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal II 2022, Kinerja Manufaktur dalam Fase Ekspansi

Nurdian Akhmad
14 July 2022 | 14:46
rubrik: Ekonomi
New Normal, Pacu Sektor Manufaktur dengan Industri 4.0

 Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) melalui Prompt Manufacturing Index (PMI) mencatat kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal II-2022 terindikasi mengalami peningkatan dan berada pada fase ekspansi.

Perbaikan kinerja manufaktur tersebut tercermin dari PMI-BI yang tercatat mencapai 53,61 persen (fase ekspansi dengan indeks > 50) atau lebih tinggi dari 51,77 persen pada kuartal I-2022.

“Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada komponen volume produksi, volume total pesanan, dan volume persediaan barang jadi,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan resmi, Kamis (14/7/2022).

Berdasarkan subsektor, peningkatan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki (56,05 persen), makanan, minuman dan tembakau (54,60 persen), serta logam dasar besi dan baja (53,47 persen).

Perkembangan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor industri pengolahan pada survei kegiatan dunia usaha (SKDU) yang positif dan meningkat dengan nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 2,19 persen. lPeningkatan kinerja sektor industri pengolahan diperkirakan berlanjut pada kuartal III 2022 dengan PMI-BI menjadi sebesar 54,02 persen atau lebih tinggi dari capaian pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan PMI-BI didorong seluruh komponen pembentuknya, terutama volume produksi, volume total pesanan, serta jumlah karyawan yang meningkat dan berada pada fase ekspansi.

Mayoritas subsektor diperkirakan akan meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor semen dan barang galian non logam (54,71 persen), alat angkut, mesin dan peralatan (54,06 persen), serta logam dasar besi dan baja (53,60 persen).

BACA JUGA:   Neraca Pembayaran RI Catatkan Surplus
Tags: bank indonesiaKinerja manufaktur
Previous Post

Menko Airlangga: Ekonomi Sirkular Berpotensi Tambah PDB Ratusan Triliun Rupiah

Next Post

Kegiatan Dunia Usaha Terlihat Meningkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR