TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kegiatan Dunia Usaha Terlihat Meningkat

Achmad Adhito
14 July 2022 | 15:46
rubrik: Ekonomi
Kegiatan Dunia Usaha Terlihat Meningkat

Penjualan Ponsel di ITC Roxy, Jakarta (Foto: Dhi/TopBusiness)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness—Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan peningkatan kegiatan dunia usaha pada triwulan II 2022. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 14,13%: lebih tinggi dari SBT pada triwulan I 2022 sebesar 8,71%.

Peningkatan kinerja usaha terindikasi terutama pada sektor industri pengolahan; perdagangan, hotel dan restoran; serta pengangkutan dan komunikasi.

“Hal itu sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah, perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang mendorong permintaan, serta ketersediaan sarana produksi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, di Jakarta hari ini, secara tertulis.

Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai triwulan II 2022 tercatat sebesar 73,22%: meningkat dari 73,08% pada triwulan sebelumnya. Penggunaan tenaga kerja terindikasi membaik dan keluar dari fase kontraksi.

“Kondisi keuangan dunia usaha juga terindikasi membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya, khususnya aspek likuiditas dan rentabilitas disertai akses pembiayaan yang lebih mudah,” kata Erwin.

Untuk triwulan III 2022, responden survei memerkirakan bahwa kegiatan usaha tetap kuat dengan SBT sebesar 13,75%. Tetap kuatnya kegiatan usaha tersebut didorong kinerja beberapa sektor seperti sektor pertambangan dan penggalian; dan industri pengolahan sejalan dengan ketersediaan sarana produksi.


Juga didorong sektor konstruksi sesuai pola historis dan peningkatan permintaan dalam negeri.

“Sementara itu, perlambatan terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, khususnya subsektor tanaman bahan makanan termasuk hortikultura, sejalan dengan pola historis musim tanam,” kata Erwin.

BACA JUGA:   Harga Rumah Baru Hanya Naik 1,07% Setahun
Tags: ekonomi 2022erwin haryonosurvei bank indonesiasurvei kegiatan dunia usaha
Previous Post

Kuartal II 2022, Kinerja Manufaktur dalam Fase Ekspansi

Next Post

Ekonomi Sirkular Bergantung pada Kecepatan Pemerintah Mengubah Kondisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR