TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank KB Bukopin Jual Kredit Macet dan Berisiko Rp 2,65 Triliun

Nurdian Akhmad
19 July 2022 | 08:41
rubrik: Business Info
Ini Siasat Bank KB Bukopin Masuk 10 Bank Terbesar di RI

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Guna menjadikan bank bebas kredit macet dan clean bank, PT Bank KB Bukopin Tbk telah melakukan transaksi penjualan non-performing loan (NPL) dan kredit berisiko (loan at risk/LAR) sebanyak 180 debitur, dengan nilai original principal balance (OPB) Rp 4,14 triliun dan nilai jual Rp 2,65 triliun atau 183,08 juta dolar AS.

Transaksi pada 21 Juni 2022 yang bernilai 31,31 persen dari nilai buku ekuitas KB Bukopin per 31 Desember 2021 itu menunjukkan Bukopin mulai merealisasikan tujuan untuk menjadi bank yang bebas dari kredit macet dan menjadi clean bank.

Direktur Keuangan Bank KB Bukopin Seng Hyup Shin menyampaikan, pelaksanaan transaksi tersebut akan menurunkan tingkat aset tertimbang menurut risiko (ATMR) dan sekaligus menurunkan tingkat NPL. NPL gross dan NPL net akan turun dari 10,66 persen dan 4,91 persen pada posisi Desember 2021 menjadi 5,94 persen dan 3,60 persen pada posisi Desember 2022.

“Sehingga diharapkan KB Bukopin bisa meningkatkan kemampuan dalam penyaluran kredit baru yang lebih berkualitas,” kata Seng Hyup dalam siaran persnya, Selasa (19/7/2022).

Dia menjelaskan, KB Bukopin akan mengalihkan kepemilikan portofolio aset bermasalah kepada special purpose company (SPC) di Singapura. Selanjutnya SPC meneruskan obligasi senilai 180 juta dolar AS sebagai pembayaran.

Kemudian, KB Kookmin Bank akan menerbitkan Stand-by Letter of Credit (SBLC) sebesar 185 juta dolar AS tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan serta menyediakan fasilitas kredit revolving (RCF) kepada SPC. KB Bukopin ditunjuk sebagai agen koleksi dan bertanggung jawab atas penagihan, penegakkan, dan sebagainya atas nama SPC, yang kemudian akan menghasilkan sumber utama arus kas untuk SPC.

Dia menambahkan, KB Bukopin memiliki keyakinan tinggi terhadap IDMB United Pte Ltd (lUL) karena surat berharga yang akan diterbitkan oleh IUL sebagai instrumen pembayaran nontunai akan dijamin dengan SBLC yang diterbitkan oleh KB Kookmin Bank selaku pemegang saham pengendali di KB Bukopin.

BACA JUGA:   Dua Varian Piaggio Akan Hadir di Indonesia.

“KB Bukopin akan memiliki struktur keuangan yang lebih sehat dan menjadi lebih layak dengan profil risiko yang lebih baik,” katanya.

Dengan kondisi itu, ia meyakini KB Bukopin dapat berkonsentrasi dan mengalokasikan sumber daya untuk rnengembangkan kompetensi dan mempercepat pertumbuhan bisnis, serta memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.

Pada tahun ini, kata Seng Hyup, KB Bukopin fokus menciptakan bank yang bebas dari kredit macet dan menjadi clean Bank pada 2023.  “KB Bukopin berencana memperkuat fungsi special assset management, sehingga ke depannya diharapkan akan dapat menangani kredit bermasalah secara cepat,” ujar dia.

Tags: Bank KB Bukopin
Previous Post

Terapkan GRC Terintegrasi, Pengelolaan Jalan Tol Jasa Marga Tetap Profitable di Tengah Pandemi

Next Post

IHSG di Pembukaan Perdagangan Menguat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR