TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Diperkirakan Bergerak Sideways

Agus Haryanto
19 July 2022 | 05:41
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (19/07/2022) diperkirakan bergerak sideways.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Mungkin Bergerak Sideways

Bursa AS semalam ditutup melemah: DJIA -0.69%, S&P500 -0.84%, dan Nasdaq -0.81%. Tren pelemahan mulai terjadi di akhir sesi perdagangan setelah rilisnya laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa Apple berencana mengurangi perekrutan karyawan dan pengeluaran terkait pertumbuhan lainnya tahun depan, guna mengantisipasi kemungkinan perlambatan ekonomi.

US stock futures juga terpantau flat. Data ekonomi AS bulan Juni yang dijadwalkan rilis malam ini adalah data housing starts (cons: 1,58 juta; Prev: 1,549 juta) dan construction permits (Cons: 1,65mn; Prev: 1,695 mn).

Mayoritas komoditas terpantau menguat. CPO naik dengan kuat (9,9%) ke level RM3.945/ton, harga Brent naik (4,48%) menjadi USD105,7/bbl, nikel (3,9%), emas agak stagnant (+0,6%), namun batu bara melemah (8,0%) ke level USD350/ton.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,11% ke level 6.659.3. Top leading movers emiten BBCA, BMRI, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, BYAN, BEBS. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 550,3 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell Rp 418 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 132,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 183,7 miliar), BMRI (Rp 150,4 miliar), dan BBCA (Rp 102,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ADMR (Rp 35,8 miliar), AMRT (Rp 33,3 miliar), dan BEBS (Rp 33 miliar).

Penambahan kasus baru COVID-19 kemarin sebanyak 3.393 kasus, dengan positivity rate sebesar 4,4% (total kasus aktif: 28.506). Sebanyak 2.427 pasien telah sembuhdengan recovery rate sebesar 97,0%.

BACA JUGA:   IHSG masih Berpotensi Melemah

Bursa Asia terpantau dibuka bervariasi tapi cenderung agak melemah. Kospi -0.50%, ASX200 0,12%, sebaliknya Nikkei +0,21%. “IHSG kami perkirakan kemungkinan akan bergerak sideway hari ini mengingat sentimen global dan regional yang melemah, namun mayoritas komoditas menguat,” demikian tertulis.

Previous Post

Ini Cara Jamkrindo Wujudkan Risk Culture

Next Post

Perekonomian RI Terus Membaik, Kinerja Airlangga Hartarto Diapresiasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR