Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (20/07/2022) berpotensi menguat.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan semalam ditutup lebih tinggi dengan Index Dow Jones +2,43%, disusul S&P 500 2,76%, dan Nasdaq 3,11%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh keyakinan investor bahwa pasar telah menyentuh titik terendah dan ekspektasi kinerja keuangan emiten yang kuat di kuartal dua.
Pasar komoditas bergerak menguat dengan CPO naik 3,28% ke level MYR 4.066/ton, dibarengi harga minyak 2,26% ke level USD 104,22/bbl, emas 0,21% ke level USD 1.710,1/toz, dan harga batubara 5,98% ke level USD 371/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed dengan index Nikkei naik 0,6%, Hang Seng turun 0,9% dan Shanghai 0,0%. IHSG ditutup menguat 1,15% ke level 6.736,1. Asing mencatatkan net buy Rp 225,6 miliar di pasar reguler, dan net sell Rp 167,6 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ADRO (Rp 126,1 miliar), ANTM (Rp 56,5 miliar), dan GOTO (Rp 50 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh MDKA (Rp 176,2 miliar), BBRI (Rp 175,8 miliar), dan BBNI (Rp 38,4 miliar). Top leading movers emiten MDKA, BEBS, GOTO, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, TPIA.
Terjadi penambahan 5.085 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa, untuk pertama kalinya menembus 5.000 kasus sejak 24 Maret, dengan positivity rate sebesar 5,8% (kasus aktif: 30.989).
Pagi ini pasar Asia dibuka hijau dengan Nikkei +1,54% dan Kospi +1,48%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat mengikuti pergerakan bursa global, regional dan pasar komoditas,” demikian tertulis.
