Jakarta, TopBusiness – Memasuki semester II/2022, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali mendapatkan kontrak baru yaitu pembangunan Gedung Aesthetic Center Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah di Denpasar, Bali.
Berlokasi di Aula Werkudara RSUP Sanglah Denpasar, penandatanganan kontrak proyek ini dilakukan pada Kamis (7/7) lalu antara Direktur Utama RSUP Sanglah I Wayan Sudana dengan Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya Purnomo. Selang sehari berikutnya, dilangsungkan peletakan batu pertama (ground breaking) pada Jumat (8/7) yangturut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan WalikotaDenpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyampaikan bahwa rumah sakit ini akan menjadi gerbang baru bagi masyarakat internasional yang berkunjung ke Bali, yang sebelumnya pulau Dewata hanya menjadi tujuan pariwisata saja, namun dengan adanya Gedung Aesthetic Center ini, Bali akan memiliki industri baru dalam bidang kesehatan. “Orang tidak hanya menikmati keindahan alam, seni dan budaya, tetapi juga datang ke Bali menikmati layanan medis kelas internasional,” imbuhnya.
Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto menyampaikan bahwa proyek senilai Rp 123,189 miliar ini merupakan proyek Non Joint Operation (NJO), dimana konstruksinya sepenuhnya akan dilakukan oleh Hutama Karya. Dalam proyek ini, Hutama Karya akan menggarap beberapa pekerjaan utama mulai dari pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, elektronikal & perpipaan (MEEP) hingga landscape.
“Dalam pengerjaaan Proyek RSUP Sanglah ini, kami akan menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) yang dapat memberikan manfaat yang sangat signifikan, antara lain perhitungan volume yang akurat, clash detection yang dapat teridentifikasi, penjadwalan yang lebih terkontrol, dan koordinasi antar stakeholder lebih mudah dan cepat. Total luas bangunan gross floor area (GFA) gedung ini seluas 12.230 m2 dan akan terdiri dari 5 lantai dengan beberapa ruangan atau fasilitas unggulan seperti ruang mesin diagnoktik, ruang microdermabesi, ruang konsultasi estetik, food therapy center, detox dlimming, terapi tradisional, spa dan refleksi sauna, serta masih banyak yang lainnya,” terang Ferry dalam keterangan resmi kepada Top Business.
Lebih lanjut Ferry menambahkan bahwa masa pembangunan proyek yang relatif singkat selama 175 hari ini menjadi tantangan tersendiri pada proyek ini karena membutuhkan strategi pelaksanaan, fokus, dan tenaga ekstra untuk mencapai target penyelesaian, dengan estimasi selesai pembangunan di perkirakan rampung pada Desember 2022. Selain menggunakan metode BIM sebagai upaya preventif sebelum pelaksanaan proyek, dalam hal operasionalnya juga akan menerapkan teknologi bekisting yang dilakukan secara konvensional, dikarenakan dimensi struktur utama yang tidak seragam, sehingga proyek ini akan efisien.
“Kami akan sangat memperhatikan kualitas dari bangunan yang dikerjakan, terlebih ini akan menjadi rumah sakit yang akan dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Semoga segera selesai sesuai harapan, mohon dukungan dari semua pihak.” tutup Ferry Febrianto, Direktur Operasi II Hutama Karya.
RSUP Sanglah merupakan rumah sakit yang terletak di Denpasar, Provinsi Bali. Rumah sakit yang didirikan pada tahun 1959 itu berlokasi di Jl. Dipenogoro Denpasar dan memiliki banyak klinik spesialis unggulan. Selain itu, RSUP Sanglah juga merupakan Rumah sakit terluas di Pulau Dewata Bali ini dengan luas lahan 13,5 Ha. Dengan di bangunnya Gedung Aestetik Center pada RS Sanglah ini, maka diharapkan dapat membuka industri baru pada Bali selain pariwisata, namun juga dunia kesehatan.
