Jakarta, TopBusiness — CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar mengaku masih sangat optimistis kinerja perusahaan kecantikan yang dikelolanya, PT Martina Berto Tbk (MBTO) dan anak usahanga, PT Cedefindo terus postif di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini.
Apalagi memang berdasar beberapa survey, prospek binis kecantikan ke depannya maaih sangat cerah. Untuk itu, pihaknya di tahun ini mematok target penjualan bisa meningkat 169% dibanding capaian tahun lalu.
“Di tahun lalu, Cedefindo berhasil mencatat pertumbuhan profit sebesar 220% yang disebabkan oleh kenaikan penjualan, efisiensi dan improvement dalam produksi. Dan hingga Desember 2022, diperkirakan sales bisa meningkat sebesar 169% dibanding Desember 2021,” kata Kilala Tilaar, kepada wartawan, saat acara Beauty Brands Start di Jakarta, Kamis (21/7/2022).
Sepanjang tahun lalu, kata dia, output produksi meningkat sebesar 52% dari 1.450 ton di tahun 2021 menjadi 2.160 ton di tahun 2022. Kenaikan output produksi disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari Multi National Company.
“Secara in unit juga terjadi kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 145%, dari 78,6 juta pcs di tahun 2021 menjadi 193,4 juta pcs di tahun ini,” lanjutnya.
Peningkatan itu juga tak lepas dari adanya kontrak manufaktur baru yang dikantongi salah satu perusahaan multi nasional baru-baru ini.
“Contract manufacturing dari salah satu perusahaan multinational itu untuk masa kerja 6 bulan senilai Rp97 miliar. Hal ini akan berkontribusi positif teehadap kinerja perusahaan. Apalagi EBITDA MBTO 2022 ditaksir Rp9 miliar, jauh lebih baik dibanding tahun 2021 yang tercatat minus Rp67 miliar,” paparnya.
Semaraknya pasar lokal indie brand telah membuat PT Cedefindo mencetak pertumbuhan bisnis yang cukup menggembirakan di pertengahan tahun 2022.
Selain penjualan, untuk SKU dan Principle juga mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan, meningkat 13,5% dari 595 SKU di Desember 2021 menjadi 675 SKU di Juni 2022. Sedangkan untuk principle peningkatannya sebesar 16,8% dari 107 principle di Desember 2021 menjadi 125 principle hingga Juni tahun ini.
“Dengan pertumbuhan bisnis dan performa yang kian membaik, PT Cedefindo berkontribusi dalam meningkatkan kinerja bisnis induk perusahaannya, PT Martina Berto Tbk dan berharap bisa terus mendukung tumbuhnya brand lokal baru, serta entrepreneur muda di tanah air.,” tegasnya.
Berdasarkan riset Nielsen, di triwulan pertama tahun 2022, dibandingkan kategori lain di kelompok fast moving consumer good (FMCG), produk-produk kecantikan termasuk yang berkontribusi besar pada pertumbuhan sales di e-commerce. Di e-pos market bahkan pertumbuhannya di atas 10%.
Kilala melanjutkan, industri kecantikan menjadi salah satu industri yang memang sangat dinamis, terlebih sejak adanya pandemi COVID-19, industri kecantikan di tanah air mengalami perubahan yang cukup pesat seiring dengan mulai membaiknya minat para konsumen.
Kondisi tersebut tentu menjadi ceruk pasar yang menjanjikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda untuk terjun menjadi entrepreneur produk-produk skincare dan kecantikan. “Terlebih, pasar skincare dan produk kecantikan masih sangat luas. Kehadiran e-commerce juga membantu jalur ke konsumen menjadi lebih mudah,” katanya.
Produk kecantikan dan personal care yang laris di pasaran tak hanya milik perusahaan besar saja. Produk dari brand lokal atau yang lazim disebut dengan indie brand milik para influencer, artis, public figure, mahasiswa, ataupun entrepreneur muda juga banyak diminati.
FOTO: Istimewa
