Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis (21/7) ditutup menguat. Dow Jones +0,51%, S&P500 0,99%, dan Nasdaq 1,36% didukung mayoritas hasil kinerja emiten di 2Q22 membukukan kinerja yang lebih tinggi dari perkiraan.
ECB mengumumkan kenaikan suku bunga acuan pertama kalinya dalam 11 tahun sebesar 0,5% (50 bps). Data initial jobless claim naik menjadi 251 ribu (prev: 244 ribu).
Pasar komoditas bergerak mixed mayoritas melemah. Minyak melemah 5,6% ke level USD 96,5/bbl, CPO 5,5% ke MYR 3.722/ton, batubara 1,8% di level USD 375/ton, tembaga 0,1% ke level USD 331/ton, sementara emas menguat 1,3% ke level USD 1.734/toz.
Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (21/7). Nikei +0,4% dan Kospi 0,9%, Shanghai 1% dan Hang Seng 1,5%.
IHSG ditutup melemah 0,15% ke level 6.864. Total keseluruhan net foreign buy Rp 540,3 miliar. Net buy asing di pasar regular Rp 485,9 miliar dan net buy di pasar negosiasi Rp 54,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 194,4 miliar), BBCA (Rp 165,1 miliar), dan BMRI (Rp 59,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBNI (Rp 59,9 miliar), MYOR (Rp 25,3 miliar), dan HRUM (Rp 21 miliar).
Kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 5.410 kasus baru kemarin, dengan daily positive rate 6,0%. Recovery rate 96,9% dan kasus aktif 36.781 pada hari yang sama.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 3,5% dan pertumbuhan pinjaman naik menjadi 10,6% yoy di bulan Juni 2022 (Mei 2022: 9,0% yoy).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei 0,17% dan Kospi 0,16%. “IHSG diperkirakan bergerak sideways hari ini, seiring mixed sentimen bursa global dan regional,” demikian tertulis.
