TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jamkrindo Hubungkan UMKM Binaan Dalam Ekosistem Digital

Nurdian Akhmad
25 July 2022 | 12:08
rubrik: Ekonomi
PP Ciptaker Segera Terbit, Ini Keuntungan Pelaku Koperasi dan UMKM

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) perkokoh komitmen penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menghubungkan UMKM ke dalam ekosistem digital. Dengan demikian diharapkan terjadi percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

Direktur Utama Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia, Jamkrindo mendorong seluruh pelaku usaha binaan untuk segera mengadopsi pemanfaatan teknologi sehingga dapat bersaing di masa kenormalan baru.

Dengan penerapan strategi yang tepat berbasiskan teknologi, UMKM dapat berperan dalam membangkitkan perekonomian nasional sekaligus turut mendukung fokus penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia 2022 yakni transformasi ekonomi digital.

“Selain memberikan kemudahan akses permodalan, Jamkrindo turut menghubungkan UMKM ke ekosistem digital, termasuk teknik pemasaran yang sesuai untuk mengoptimalkan peluang pasar dan meningkatkan penjualan secara lebih efektif dan efisien dengan dukungan digitalisasi,” kata Putrama dalam keterangannya, Senin (25/7/2022).

Sebagai tulang punggung pembangunan perekonomian Indonesia, UMKM berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 61 persen dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97 % .

Adapun diketahui pemerintah menargetkan agar jumlah UMKM yang onboarding digital pada akhir tahun 2022 mencapai angka minimal 20 juta, meningkat menjadi 24 juta pada 2023, hingga 30 juta pelaku UMKM go digital pada 2024.

Putrama menambahkan, Jamkrindo siap berpartisipasi dalam penguatan peran UMKM agar naik kelas dan mendukung keberlanjutan usahanya, sehingga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tingkat literasi digital yang masih relatif rendah secara rata-rata memang menjadi tantangan. Namun, kami optimistis bahwa target digitalisasi UMKM tersebut dapat direalisasikan apabila seluruh pemangku kepentingan saling bersinergi dan berkolaborasi,” ungkap Putrama.

Sebagai bentuk kesiapan internal menghadapi era industri 4.0 dan ekonomi digital, Jamkrindo telah menghadirkan berbagai transformasi dalam bisnisnya melalui teknologi informasi yang tepat guna, sehingga berbagai kerja sama dengan para mitra UMKM dan perbankan atau lembaga keuangan dapat dilakukan secara online, baik host to host, menggunakan web service, maupun aplikasi lainnya seperti Jamkrindo Online Suretyship (JOS).

BACA JUGA:   Inflasi 2024 Diperkirakan Terkendali

Selain itu, pengembangan platform UMKMLayak melalui umkmlayak.co.id untuk program pemberdayaan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan mitra dengan lembaga keuangan.

Kinerja Jamkrindo

Di tengah tantangan menghadapi masa pandemi, Jamkrindo berhasil membukukan pertumbuhan bisnis yang positif. Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2021 yang diaudit KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (firma anggota jaringan global PWC), Jamkrindo membukukan laba bersih 2,3 kali lipat atau Rp1,07 triliun, naik 134 % dari posisi 2020 sebesar Rp456,13 miliar.

Kenaikan tersebut didongkrak oleh besarnya volume penjaminan Jamkrindo sampai dengan periode Desember 2021 yang mencapai Rp247,61 triliun.

Adapun dari sisi cadangan klaim, Jamkrindo mencatatkan cadangan klaim sebesar Rp5,66 triliun atau naik 41 % dari tahun sebelumnya, dengan memiliki cash flow operasi positif.

Pertumbuhan pencadangan klaim ini merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan di tahun berikutnya. “Pembentukan cadangan klaim yang kuat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga service excellent pembayaran klaim kepada mitra bisnis secara tetap waktu dan tepat jumlah, sehingga dengan demikian kepercayaan dan reputasi perusahaan selalu terjaga baik dengan pengelolaan risiko bisnis yang terukur, sehat dan terkendali,” ujar Putrama.

Dari sisi aset, Jamkrindo mencatatkan aset pada 2021 sebesar Rp25,35 triliun, naik 33 % dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,12 triliun.

Program pemerintah menjadi motor penggerak penjaminan Jamkrindo dengan rincian penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp144,87 triliun dan penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp17,63 triliun.

Putrama menyampaikan laporan keuangan ini mencerminkan upaya Jamkrindo dalam pengembangan digitalisasi produk dan transformasi.

Transformasi dalam manajemen sumber daya manusia, organisasi, tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan,  sistem teknologi informasi, bisnis dan operasional serta keuangan telah berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, serta menghantarkan layanan prima.

BACA JUGA:   SIG Libatkan 30 Ibu Rumah Tangga Jahit 1.400 Baju Hazmat

Kinerja positif Jamkrindo di tengah masa pandemi menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan mampu menciptakan resiliensi untuk memastikan going concern perusahaan.

Tags: PT Jamkrindoumkm
Previous Post

Kafe kopi Berjibun, Pertanda Apa?

Next Post

Menteri ESDM: Yakin Lelang Blok Migas Menarik Investor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR