Jakarta-Thebusinessnews.Penyaluran dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar 3 Miliar dolar Amerika Serikat, Dinilai ketiga bank tersebut tidak melakukan pertimbangan yang mendalam sebelum menyalurkan dana tersebut ke nasabahnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Asmawi Syam mengatakan, bahwa dana tersebut diprioritaskan untuk disalurkan kepasa nasabah-nasabah yang sudah menjadi nasabah.
“Awalnya memang boleh untuk nasabah baru. Tapi manfaat likuiditas dari pinjaman ini harus digunakan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Menurut Asmawi, ketiga bank BUMN itu pasti memiliki data-data nasabah yang memiliki catatan rekor pinjaman yang baik. Nasabah-nasabah tersebutlah yang dinilai lebih aman untuk disalurkan dana dari CDB tersebut.
“Jadi pasti mereka memilih nasabah-nasabah yang baik dan lancar. Makanya ini terkesan cepat dan mencurigakan cepat sekali,” imbuhnya.
Selain itu, Asmawi menegaskan, CBD juga sebenarnya tidak mengatur mana-mana saja nasabah yang akan mendapat dana tersebut. Namun bank asal China tersebut dalam klausulnya mensyaratkan agar dana tersebut disalurkan untuk proyek-proyek yang tidak melanggar hukum dan merusak alam.
“Sehingga mereka ingin jangan sampai uang ini kita berikan ke perusahaan yang melanggar hukum. Sehingga daftar itu bukan syarat, mereka tida tahu, tapi mereka ingin tahu nasabah yang diberikan ini tidak melanggar hukum dan merusak alam,” pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI dari FPDIPDarmadi Durianto yang mempertanyakan kejelasan penyaluran dana USD3 miliar kepada debitur ketiga bank tersebut. Menurutnya waktu penyaluran dana tersebut sejak cair hingga berada ditangan debitur terlalu cepat dan menimbulkan ke curigaan.
“Satu poin yang saya kita kahwatirkan, sebelumnya saya tanyakan dari milai pencairannya dana sampai pencairannya ke debitur terlalu singkat, penyaluran USD1 miliar sangat cepat. Jadi ada kemungkinan ini penugasan, tapi bapak menyangkal,” tegasnya kepada jajaran direksi ketiga bank tersebut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/3/2016).(az)