Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (12/08/2022) akhir pekan ini, berpotensi sideways.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis (11/8) ditutup mixed. Dow Jones +0,08%, S&P500 -0,07%, dan Nasdaq 0,58%. Producer Price Index (PPI) di AS turun ke zona negatif 0,5% mom di bulan Juli 2022 (vs 1% di Juni 2022). Data initial jobless claim naik menjadi 262 ribu (prev: 248 ribu). Investor AS juga menanti rilis data impor dan expor per July 2022 serta data Michigan consumer sentiment yang akan dirilis Jumat malam ini.
Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak menguat 2,8% ke level USD 94,1/bbl, tembaga 1,6% ke level USD 369/ton, CPO 3,9% ke MYR 4.268/ton. Sementara batu bara -0,9% di level USD 397/ton, dan emas 0,2% ke level USD 1.805/toz.
Bursa Asia ditutup mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (11/8). Hang Seng +1,4%, Kospi 1,7%, Shanghai 1,6%, sementara Nikkei -0,6%.
IHSG ditutup menguat 1,05% ke level 7.160. Total keseluruhan net foreign buy Rp 661,5 miliar. Net buy asing di pasar regular Rp 590,1 miliar dan net buy di pasar negosiasi Rp 71,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 270,6 miliar), TLKM (Rp 180,1 miliar), dan BMRI (Rp 61,5 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ITMG (Rp 277 miliar), TBIG (Rp 61,4 miliar), dan ISAT (Rp 50,1 miliar). Top leading movers emiten GOTO, MDKA, BBRI, sementara top lagging movers emiten BMRI, ITMG, CPIN.
Kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 5.532 kasus baru kemarin, dengan daily positive rate 5,3%. Recovery rate 96,7% dan kasus aktif 52.729 pada hari yang sama.
Pagi ini pasar regional dibuka mixed, Nikkei +1,55% dan Kospi -0,16%. “IHSG diperkirakan bergerak sideways hari ini, seiring mixed sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
