Jakata, TopBusiness – Nama Hotbonar Sinaga sangat familiar di dunia asuransi dan jaminan social. Tokoh legendaris yang kini berusia 73 tahun itu merupakan pakar asuransi sekaligus begawan dunia jaminan social. Namun begitu, mungkin sedikit orang yang tahu jika dirinya juga merupakan praktisi governansi, manajemen risiko, dan kepatuhan atau GRK atau Governance, Risk, and Compliance (GRC).
Sepanjang karirnya, Hotbonar dikenal sosok yang gigih menegakan dan mensosialisasikan praktek-praktek GRC secara konsisten dan konsekuen. Untuk itu, dalam ajang GRC Summit 2022 yang bakal digelar pada 25-26 Agustus 2022 di DI Yogyakarta nanti, Hotbonar Sinaga bajak dianugerahi Life Time Achievement Award on GRC atau penghargaan pengabdian seumur hidup di sector GRK.
Gelaran tahunan yang menjadi ajang menimba ilmu bagi para praktisi GRK memang itu salah satunya akan memberikan penghargaan pengbadian seumur hidup itu kepada sosok Hotbonar Sinaga. Sosok kelahiran 20 Mei 1949 itu dalam sepanjang hidupnya dinilai telah konsisten dan konsekuen dalam menerapkan GRC ini.
“Saya kenal Pak Hotbonar lebih dari 20 tahun. Dan saya tahu, beliau itu secara gigih dan konsisten menerapkan GRK ini dalam semua segi kehidupan berorganisasi dan berkorporasi. Dalam pengambilan keputusan, dalam berdiskusi, dan dalam memastikan system manajemen dan proses bisnis dimana beliau diberikan amanah, itu GRC selalu dijalankan dengan baik,” tutur Antonius Alijoyo, selaku Ketua Penyelenggara GRC Summit 2022, kepada TopBusiness, Selasa (16/8/2022).
Kedekatannya dengan mantan Direktur Utama Jamsostek (sekarag BPJS Ketenagakerjaan) itu, kata Anton, juga lantaran dirinya pernah bersama-sama senantiasa berusaha mensosialisasikan praktek GRC ini tak hanya di dunia korporasi, tapi juga di akademisi, komunitas, profit organsiasi dan lainnya.
“Dari situ saya melihat sosok Pak Hotbonar ini melakukannya dengan penuh kecintaan dan kesungguhan. Serta sangat senang melihat hal baik terjadi. Saya amat sangat bangga dengan apa yang sudah dicapai Pak Hotbonar (di bidang GRC), sehingga sangat layak dengan penghargaan ini,” katanya sambil bercerita, dirinya dan Hotbonar pernah menjabat di Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di periode pertama atau sekitar tahun 2012-2013 itu.
Lantas seperti sih kiprah Hotbonar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas dari Dewan Asuransi Indonesia itu? Dalam satu kesempatan kepada TopBusiness, Hotbonar bertutur banyak terkait dengan kiprahnya dalam menggelorakan semangat GRC di mana saja dia berada.
“Kalau bicara pentingnay GRC, saya katakana secara terus terang itu mutlak!” demikian kalimat tandas yang diucapkannya kala itu. Menurut dia, impelementasi GRC ini mesti dilakukan secara konsekuen oleh seluruh pemangku kepentingan di perusahaan, termasuk juga pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh jajaran di bawahnya supaya ada keserasian antara “gas dan rem” yang kerap diibaratkan dalam menjalakan praktek GRC ini.
“Dalam menjalankan bisnis itu butuh keseimbangan,” katanya. Bisnis, lanjut Hotbonar, tak hanya terus ekspansi, namun ada yang mengeremnya, yakni prkatek GRC. Dan GRC itu menjadi tugas dari setiap orang, termasuk dalam hal juga turut memasyarakatkan apa yang termasuk dalam GRC. Sehingga apa yang menjadi tujuan utama dari GRC bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Dan saking pentingnya GRC ini, kata dia, sudah saat semua pihak di manajemen satu perusahaan untuk memiliki pendidikan sertifikasi yang terakreditasi di bidang GRC. Sebab dengan adanya gelar keprofesian di bidang GRC itu menunjukkan bahwa seseorang tersebut memiliki kompetensi di bidangnya.
Lantas, bagaimana pula mengukur manfaat GRC ini? Menurut Komisaris Independen PT Indonesia Financial Group (IFG) itu, banyak sekali manfaat dari praktek GRC ini. Dan pada akhirnya dapat memoncerkan bisnis satu perusahaan. Baginya, jika GRC dilaksanakan secara konsekuen, terlebih jika dikuatkan dengan mengikuti ajang kompetisi penjurian GRC yang dilakukan lembaga independen, itu akan menimbulkan kepercayaan di masyarakat.
Untuk diketahui, Majalah TopBusiness berkerja sama dengan banyak lembaga GRC yang professional dan independen dalam setiap tahunnya melakukan kompetisi di bidang GRC melalui sebuah penjurian yang independen. Ajang yang bernama TOP GRC Awards itu sebagai ajang untuk menilai sejauh mana keandalan praktek GRC yang dilakukan oleh satu perusahaan.
“Kalau bicara BUMN sudah tentu wajib untuk menciptakan trust dari masyarakat. Ini lebih relevan lagi kalau bicara perusahaan publik yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat. Kalau mereka betul-betul sudah membuktikan ke masyarakat terkait pelaksanaan GRC, itu dengan sendirinya dapat menguntungkan mereka. Dan dengan GRC juga jadi investor friendly,” bebernya.
Jika itu perusahaan Tbk, dengan praktek GRC yang baik, akan terlihat harga pasar dari saham itu yang akan terus meningkat. Sehingga pada akhirnya menghasilkan keuntungan yang diperoleh pemegang saham, tak hanya dividen tapi juga capital gain. Artinya pasar saham juga akan meningkat. Dan itu tak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di luar negeri.
“Untuk itu, pesan saya, jalankan GRC secara konsekuen. Sebab manfaatnya tak hanya bagi perusahaan yang memiliki modal di perusahaan. Tapi lebih dari itu. Dan untuk bisa mengimplementasikan dengan baik, makanya harus dipahami dengan betul mengenai pengertian GRC itu. Itu bukan hanya kepentingan sepihak tapi semua pihak dari stakeholder. Terasuk pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi, dan institusi publik untuk memperoleh kepercayaan public. Implentasikanlah dengan benar,” terang dia.
“Untuk itu, saya juga meng-encorage perusahaan msupsun institusi publi untuk ikut kompetisi yang dinilai oleh lembaga independen yang bisa menilai bagaimana pelaksanaan GRC di masing-masing institusi. Baik itu institusi perusahaan maupun institusi public seperti kementerian, dan institusi lainnya,” kataya mengakhiri.
FOTO: TopBusiness
