Jakarta, TopBusiness – Pangan menjadi isu perhatian pemerintah saat ini, terutama selain perubahan iklim, ada juga faktor invasi Rusia ke Ukraina yang berdampak beberapa negara mencoba memastikan untuk keamanan pangannya, sehingga beberapa negara membatasi ekspor.
“BUMN Pangan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan,“ terang Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan pada kegiatan Ngobrol Pagi (Ngopi BUMN) bersama Media di Kementerian BUMN.
Menurutnya, berbicara tentang ketahanan pangan itu kita berbicara tentang kecukupan pangan dari manapun sumbernya, baik dari dalam negeri produksi lokal maupun dari luar, tapi kalau kita berbicara tentang ketahanan pangan Nasional tentu 90% berasal dari Indonesia.
ID FOOD berupaya untuk mewujudkan pemerintah dalam hal Ketahanan Pangan. “Visi kami adalah menjadi perusahaan produsen pangan berkualitas, misinya mendukung Indonesia dalam swasembada pangan, supaya masyarakat dapat mengkonsumsi makanan berkualitas tinggi dan memperluas kemampuan menghasilkan produk berkualitas dalam skala besar untuk pasar domestik dan global,” kata Frans.
Kemudian, lanjut Frans, target ID FOOD sesuai dengan amanat Pemegang Saham sampai tahun 2025 nanti akan memproduksi pangan tidak hanya mengandalkan produk milik kita sendiri, ID FOOD bisa bermitra dengan 2 juta peternak, petani dan nelayan untuk mengupayakan produksi pangan yang berkualitas tinggi.
“Dalam menjaga Ketahanan Pangan, Holding pangan ID FOOD dilengkapi beberapa sektor diantaranya sub klaster pertama Peternakan dan Perikanan, kedua Pertanian dan Agroindustri, ketiga Perdagangan dan Logistik, dari yang produksi hingga mendistribusikan, ID FOOD ada semua,” ujar Frans.
Frans merinci Pertama mulai dari sektor Peternakan dan Perikanan, peran ID FOOD adalah meningkatkan kontribusi terhadap persediaan sumber protein berupa komoditas ikan yang dikelola PT Perikanan Indonesia, tujuannya menjadi perusahaan industri Perikanan yang menguntungkan. Ia pun memperbaiki pengelolaan produksi ikan-ikan seperti tuna dan cakalang.
Kemudian sektor Peternakan yang dikelola PT Berdikari, tujuannya adalah untuk bisa menjadi top 5 perusahaan peternakan ayam dan sapi di Indonesia. ID FOOD sudah mulai berperan dalam DOC ayam yang sebelumnya 100% dikuasai oleh pihak swasta. “Untuk unggas sudah surplus, ID FOOD juga ditugaskan untuk mengurangi angka import sapi yang masih defisit,” imbuhnya.
Sektor kedua adalah Pertanian dan Agroindustri, perannya ID FOOD adalah memastikan ketersediaan lahan pangan seperti gula, beras dan garam.
“Untuk gula dikelola PG Rajawali I, PG Rajawali II, Candi Baru yang kontribusinya cukup signifikan untuk produksi gula nasional kurang lebih sekitar 12% dan sama-sama kita ketahui Pak Presiden Joko Widodo baru-baru ini mencanangkan Program Swasembada Gula tahun 2025, gula konsumsi sebesar 3,2 juta ton, dimana angka produksi lokal saat ini 2,3 Ton saat ini masih defisit sekitar 800 ribu ton, dan untuk gula sendiri, ID FOOD sinergi PTPN bahu – membahu untuk mendukung Program Swasembada Gula.
“Nah ini yang menjadi tugas kami adalah nanti akan melakukan banyak revitalisasi pabrik gula dan juga perluasan lahan untuk bisa menjamin ketersediaan bahan baku tebu.”Ungkap Frans.
Ia melanjutkan sektor Pertanian lainnya ada PT Sang Hyang Seri, fokus bisnisnya adalah penyediaan benih beras dan holtikultura. Selain itu sektor Agroindustri ada PT Garam targetnya adalah menjadi produsen garam konsumsi terbesar dan kedepan akan meluaskan segmen bisnis untuk garam Industri. ID FOOD pun akan bertransformasi dengan modernisasi tambak garam untuk mendukung peningkatan produktivitas garam.
Frans melanjutkan Sub klaster ketiga ada Perdagangan dan Logistik, diantaranya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) fokus terhadap distribusi pangan yang diharap dapat menjadi agregator dari produk-produk yang ada di sektor Peternakan dan Perikanan, Pertanian dan Agroindustri yang dikelola ID FOOD. Anggota holding lainnya yang bergerak di pendistribusian ada juga PT Rajawali Nusindo dan PT GIEB Indonesia. “Kalau digabungkan kami memiliki cabang lebih dari 80 cabang tersebar seluruh Indonesia yang kami andalkan untuk distribusi pangan,”ungkap Frans.
Pada sektor distribusi pangan, ID FOOD Group juga menyediakan platform seperti Warung Pangan untuk membantu UMKM, seperti pada saat ada gejolak minyak goreng beberapa waktu lalu, ID FOOD juga turut berperan dengan adanya platform ini.
Frans menilai jika kita berbicara mengenai ketahanan pangan tentu diperlukan dukungan pemerintah, Ia pun menanggapi isu gejolak harga dan supply pangan disebabkan sebagian besar supply dan harga kontribusinya dari pihak swasta. Jadi yang kita butuhkan adalah bagaimana memperkuat peran pemerintah melalui BUMN untuk bisa memperluas market sharenya, kami optimis ID FOOD dapat berkontribusi 5-10% di market dengan bantuan intervensi dari pemerintah,” jelas Frans.
Selain itu, untuk menjaga ketahanan pangan nasional, pihaknya pun bersama dengan BUMN yang tergabung dalam program Makmur juga telah merealisasikan program Makmur yang dibangun bersama dengan BUMN dan mitra petani dengan tujuan membantu memperbaiki produktivitas petani padi, jagung, dan tebu. Kenaikan keuntungan Petani sejumlah 51% Padi, 54% Jagung, dan 37% Tebu.
