Jakarta, TopBusiness – Terus berkomitmen untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tak henti-hentinya melakukan pemeliharaan dan beautifikasi di jalan tol yang dikelola.
Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji mengatakan bahwa pemeliharaan tersebut dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. “Kami fokus melakukan pemenuhan SPM dengan terus menjaga kualitas jalan tol yang dikelola, khususnya di JTTS. Walau belum meng-handle secara 100 persen untuk maintenance-nya, dimana masih dilakukan pemeliharaan oleh kontraktor yang membangun, sehingga masih perlu dimonitor secara penuh,” ujar Dwi kepada Top Business.
Lebih lanjut Dwi juga menambahkan bahwa saat ini tengah dilakukan pemeliharaan oprit Jembatan Sodong yang terletak di KM 252+500 hingga KM 254+200, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. “Pemeliharaan Jembatan Sodong ini menggunakan sistem pile slab dengan beton mutu tinggi hingga baja tulangan ulir, yang akan membuat jembatan ini semakin kokoh,” tambahnya.
Adapun pengerjaan Jembatan Sodong akan dilakukan dalam beberapa tahapan yakni galian aspal, pemancangan tiang pancang, pembesian dan pengecoran pada pilehead, slab dan abutment, pengecoran mortar foam, pemasangan geocell, pekerjaan parapet dan median concrete barrier, pekerjaan pengaspalan dan yang terakhir pekerjaan rambu dan marka.
Dengan material dan tahapan tersebut, dibutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama agar mendapatkan hasil yang maksimal. “Saat ini dalam tahap pemancangan dengan progress mencapai 18% dan kami targetkan pengerjaan tersebut selesai di akhir bulan November ini,” tutur Dwi.
Sebagai dampak dari pekerjaan tersebut, melalui koordinasi dengan berbagai Stakeholders di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, telah dilakukan traffic management dengan skema contraflow atau arus berlawanan sepanjang 2,3 Km dari KM 252+500 hingga KM 254+200 sejak awal Agustus 2022. Contraflow sendiri merupakan sistem rekayasa atau pengaturan lalu lintas dengan syarat mengubah sebagian arah jumlah kendaraan.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan yang akan melintas untuk terus berhati-hati, khususnya saat melewati titik-titik pekerjaan tersebut dan menghubungi call centre tol kami di 0813-2900-0020 jika mengalami kendala,” tutup Dwi Aryono Bayuaji, EVP Divisi OPT Hutama Karya.
