Jakarta, TopBusiness—PT MNC Asia Holding, Tbk., semakin mengintensifkan performa digital. Perusahaan tersebut mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 51,0% di sektor iklan digital media, di semester pertama (H1) 2022. Di H1 2022, pendapatan bersih sektor iklan digital media tercatat Rp1.342,8 miliar. Sementara itu di H1 2021, nilai tersebut di Rp889,2 miliar.
Dalam keterbukaan informasi untuk Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, manajemen perusahaan tersebut pun menjelaskan bahwa untuk sektor jasa keuangan digital, kenaikan pendapatan bersih pun terjadi.
Pada H1 2022, pendapatan bersih dari situ di Rp145,1 miliar. Sementara di H1 2021, masih di Rp45,8 miliar.
Pada sisi lain, pendapatan dari bisnis non-core media, mengalami penurunan pada iklan nondigital dan televisi berbayar satelit. Masing-masing terkoreksi sebesar 12,7% dan 28,8%.
Kemudian, dijelaskan pula bahwa MNC Asia Holding mencatatkan kenaikan laba bersih. Itu dari Rp1.045,1 miliar di H1 2021, menjadi Rp1.056,0 miliar pada H1 2022.
Bulan lalu, MNC Asia Holding juga melakukan perubahan nama dari PT MNC Investama, Tbk., menjadi PT MNC Asia Holding, Tbk.
“Hal ini untuk mencerminkan perkembangan kami yang tidak hanya telah merambah pasar internasional, tetapi menitikberatkan komitmen pada transformasi digital di setiap lini usaha, visi yang jelas, serta teamwork yang kuat,” kata Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MNC Asia Holding.
Ekosistem digital terintegrasi yang dimiliki MNC Asia Holding menjadi katalis pertumbuhan bisnis dan fondasi kokoh bagi perseroan tersebut dalam memercepat pemulihan ekonomi. “Perseroan juga melakukan perampingan pada bisnis noninti, terutama bisnis nondigital,” kata Hary.
