Jakarta, TopBusiness – Perusahaan produsen batubara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih mencatatkan kinerja bagus seiring dengan masih tingginya harga batubara. Untuk itu, tingkat produksi perseroan sudah mencapai target yakni hampir 16 juta ton batubara atau mencapai 15,9 juta ton. Angka tersebut masih sesuai target yani 36 juta ton atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang hanya 30 juta ton.
Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin, total produksi batu bara PTBA sendiri selama semester I-2022 telah mencapai 15,9 juta ton. Hal tersebut didukung oleh peningkatan produksi batu bara khususnya di area Bangka seiring dengan tingginya permintaan batu bara kalori rendah.
“Dari angka tersebut di semester I-2022, pencapaian kami sudah sesuai rencana hampir 16 juta ton. Selebihnya di semester II ini kami optimis angka yang bisa kami capai kurang lebih adalah 36 juta ton,” tutur dia, saat melakukan presentasi dalam Publlic Expose Live 2022 di Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Dengan produksi yang tinggi ini, kata dia, tak lepas dari kondisi permintaan akan ekspor batubara mengalami peningkatan. Tercatat di kuartal II-2022 lalu, perseroan membukukan penjualan ekspor batubara meningkat 38% dari sebelumnya di angka 33% di kuartal I-2022.
“Peningkatan ekspor ini terjadi karena suplai batu bara ke negara-negara di Asia melonjak. Misalnya India, Korea Selatan, Thailand, China, Kamboja. Selain itu juga ke pasar Eropa sepeti Italia,” katanya.
Merambahnya produk batubara PTBA ke Eropa tak bisa disangkal karena adanya krisis energy di Eropa dampak dari perang Rusia-Ukraina. Hal ini pun diakui oleh manajemen. Kata Farida, momentum ini yang dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan penjajakan pada pasar Eropa dengan melakukan pengiriman batu bara ke Italia dan negara lainnya.
Meski begitu, Farida tak merinci secara pasti berapa volume yang diekspor untuk pasar Eropa tersebut. “Kami melihat komposisi dari negara-negara besar masih ada di Asia. Tetapi yang kita perlu cermati mulai dari tahun ini di semester 1 ini, kami ada demand dari negara Eropa. Kita mulai dari Italia di semester I ini,” ungap dia.
Untuk diketahui, secara kinerja perseroan telah membukukan laba bersih sebesar Rp6,2 triliun selama semester I-2022 lalu atau melambung 246% dibanding periode yang sama di tahun lalu yang mencapai Rp 1,8 triliun.
Pencapaian laba bersih didukung dengan pendapatan sebesar Rp18,4 triliun atau meningkat 79% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Adapun untuk posisi cadangan kas (cash reserve) terjaga dengan baik meski ada pembayaran dividen tertinggi sebesar Rp7,9 triliun pada Juni 2022. Dengan posisi nett cash perseroan tercatat sebesar Rp11,1 triliun.
FOTO: Istimewa
