TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kementerian Ristek-Dikti Gelar Workshop TCF

Nurdian Akhmad
15 March 2016 | 11:11
rubrik: Business Info

IMG_1263Jakarta, businessnews.id- Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) bersama European Indonesia- Trade Cooperation Facility ( EUIND-TCF ) menggelar pelatihan kepada lima perguruan tinggi yakni UGM, ITB, IPB, UI dan Unhas dalam rangka  penguatan hilirisasi hasil penelitian dan produk inovasi perguruan tinggi,

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut yakni 15-16 Maret 2016 tersebut, para peserta diberi pelatihan tentang teknologii tranfer data (TTO) melalui dua program pelatihan, biak program pelatihan TTO maupun riset komersialisasi dan dilanjutkan dengan mentoring. Dibimbing langsung oleh Joe Miller, team leader dari EUIND-TCF dan Direktur Inovasi Industri Kementerian Ristek Dikti, Santoso Yudo Warsono.

“Dari kegiatan ini kami berharap kedepannya seluruh perguruan tinggi di Indonesia dapat memperkuat program TTO yang notabene merupakan lembaga intermediasi di lingkup universitasnya. Kita berharap semua PTNBH mempunyai unit TTO, dalam tahap awal, 11 PTNBH sudah mengembangkan unit TTO ini,” ucap Santoso. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam rangka memperkuat daya saiing Indonesia. Program tersebut beruapa pengembangan kapasitas dalam bentuk pelatihan dan monitoring kepada perguruan tinggi, pusat unggulan inovasi dan Science Techno Park.

Joe Miller, team leader dari EUIND-TCF mengatakan, TTO ini merupakan lembaga intermediasi yang membantu peneliti di universitas, yang hasilnya  agar bisa dugunakan industri  atau dunia usaha, maka diperlukan  lembaga intermediasi atau disebut juga kantor HAKI di masing-masing unit kampus, dalam rangka membantu menyebarkan ide-ide  atau hasil inovasi  ke industri sehingga mereka dapat menggunakan hasil peneltiain untuk kemudian dikomersialisasi.

Dalam pelaksanaannya, Kemenristekdikti memperoleh bantuan tenaga ahli dari Oxford University – Inggris.  Oxford University dipilih karena pengalaman dan keberhasilan Oxford University dalam melakukan hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian baik di dalam Inggris Raya maupun di dunia internasional. (red/ju)

BACA JUGA:   Jelang Long Weekend, KAI Tambah 10 Perjalanan KA Jarak Jauh
Previous Post

Anggota Bursa Kakap Akan Ditopang ‘Securities Financing’

Next Post

Indonesia Duduki Peringkat Ketiga Terbanyak Penduduknya Tak Terjangkau Jasa Keuangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR