Jakarta-Thebusinessnews. PT Bursa Efek Indonesia ( BEI) akan membentuk perusahaan pembiayaan angota bursa atau tujuannya untuk membiayai anggota bursa dalam memberikan fasilitas margin trading.
Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio bahwa pihaknya masih mengkaji pembentukan ‘broker finance. Hal itu seperti mengacu pada pasa modal negara negara lain. “Jika mengacu pada pasar modal Jepang yang sanga maju karena ada securities financing.” Terang dia di gedung BEI Jakarta, Senin ( 14/3/2016)
Tito menceritakan, sekurities financing itu membiayai anggota bursa Jepang untuk melakukan memberikan fasilitas margin trading kepada nasabahnya.” Bayangkan,sekuritis financing itu membiayai broker untuk memberikan transaksi margin untuk semua saham dan nilainya tanpa batas.” Ujar dia.
Untuk itu pihaknya juga berencana membentuk sekurities financing,dimana seluruh SRO (self regulatory organitation) pasar modal seperti BEI, PT KPEI dan PT KSEI akan menjadi pemodal awal.” Dan tentunya untuk pendanaan akan kami bicarakan dengan Bank Indonesia,seperti layaknyadi Jepang bank sentralnya yang membiayai.” Terang dia.
Ia melanjutkan, Anggota Bursa yang dapat fasilitas itu hanya yang memiliki MKBD (modal kerja bersih ditempatkan) diatas Rp250 miliar. Seperti diketahui BEI akan mengelompokan AB dalam tiga kelompok.pertama AB dengan MKBD dibawah Rp 50 Miliar, AB ini tidak dapat memberikan transaksi margin, AB dengan MKBD Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar dapat hanya dapat memberikan fasilitas margin hanya pada saham dalam terdaftar,Sedangkan AB dengan MKBD diatas Rp 250 miliar akan di perluas daftar sahamnya.
Ia menjelaskan, bahwa fasilitas tersebut hanya diperuntukan bagi AB Kakap,sebab AB kecil dinilai belum mampu dalam menjalankan mitigasi risiko dari pemberian transaksi margin.” Bukan soal berpihak pada AB besar tapi apa yang kecil dapat melakukan mitigasi risiko margin trading.” Terang dia . (Az)