Jakarta, TopBusiness – Dua kategori penghargaan diraih PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) pada acara puncak TOP GRC Awards 2022 yang digelar pada 6 September 2022 di Hotel Raffles, Jakarta. Taspen Life berhasil meraih TOP GRC Awards 2022 # 4 Stars dan The Most Committed GRC Leader 2022 yang ditujukan kepada Ibnu Hasyim selaku Direktur Utama.
Setelah melewati sesi penjurian ketat, diraihnya dua penghargaan TOP GRC Awards 2022 ini menjadi apresiasi bagi Taspen Life yang dinilai telah menerapkan GRC dengan baik, serta mendukung terhadap peningkatan kinerja bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Potret penerapan GRC Taspen Life sendiri diungkap saat sesi penjurian. Hebatnya, walaupun dari sisi kiprahnya di bisnis asuransi jiwa Taspen Life masih relatif berusia muda, namun demikian perusahaan ini tidak mengenyampingkan aspek GRC (Governance, Risk, and Compliance) dalam sepak terjangnya selama ini.
Dalam implementasi manajemen risiko, misalnya, perusahaan telah melakukan apa yang disebut sebagai identifikasi risiko. ”Ini biasanya kita lakukan di setiap akhir tahun, untuk melakukan risk profile di awal tahun, pendekatannya adalah bottom up, tapi juga kita menggunakan top down juga untuk penyusunan RKAP-nya,” ujar Kristiyanto.
Lebih lanjut, Kristiyanto membeberkan bahwa dalam penerapan risk manajemen, Taspen Life sudah mengacu kepada ISO 31000. Adapun Risk Management Guidelines dalam proses Manajemen: PT Asuransi Jiwa Taspen terdiri dari: Penetapan Konteks Risiko, Penentuan Kriteria Risiko, Asesmen Risiko, Penanganan Risiko, Komunikasi dan Konsultasi, serta Monitoring dan Review.
Sejauh ini, berdasarkan pengukuran Risk Maturity Level yang dilakukan di tahun 2021, skor yang diperoleh Taspen Life adalah 2,17 dari angka (skala) 5,0.
Untuk penerapan Three Lines of Defense, saat ini seperti dikatakan Kristiyanto, Taspen Life sedang diskusi juga dengan induk (perusahaan) untuk penerapan Three Lines of Defense dalam bentuk aplikasinya. “Kita sedang membangun aplikasi Three Lines of Defense ini, dan kita berharap nanti bias turun (dipakai) di anak (perusahaan),” tandasnya.
Berlanjut ke soal penerapan manajemen kepatuhan. Dalam hal ini, Taspen Life memiliki beberapa mekanisme kepatuhan, antara lain:
Memastikan Organ Perusahaan dan Pemegang Saham serta jajaran di bawahnya agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi pada etika yang tinggi.
Secara konsisten menjalankan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam setiap kegiatan usaha pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
Melengkapi Standar Operasional Prosedur secara bertahap mengikuti dinamika bisnis perusahaan.
Tidak ketinggalan, Kristiyanto juga mengungkap hal yang berkaitan dengan implementasi GRC terintegarasi. “Contoh penerapan GRC Terintegrasi adalah kita melakukan audit mutu internal untuk memastikan bahwa SOP yang dibuat sudah sesuai dengan implementasi di lapangan. Kemudian kita juga ada kajian-kajian (permintaan pendapat) dari GRC terhadap keputusan-keputusan yang keluar dari manajemen,” ujar Kristiyanto.
Sementara dalam hal dukungan teknologi dalam bisnis dalam penerapan GRC, Kristiyanto menegaskan bahwa karena (saat ini) eranya sudah era digital, maka kebutuhan terhadap digitalisasi menjadi suatu kewajiban.
“Kita sudah kembangkan baik dari sisi mobile apps maupun di dalam ekosistemnya, supaya percepatan layanan, percepatan untuk memperoleh informasi itu bisa kita sajikan di dalam aplikasi, termasuk pembayaran-pembayaran asuransi oleh para peserta. Dan juga Whistleblowing System (WBS) ini juga kita buat di dalam aplikasinya,” pungkasnya.
Penulis: Fauzi
