Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Bukopin Tbk ( BBKP) mencatatkan kenaikan ratio kredit bermasalah tahun 2015,sebab pada akhir tahun 2014 NPL ( non performence Loan ) gross 2,7 persen menjadi 2,83 persen. Sedangan NPL net 2014 sebesar 2,07 persen sedangkan tahun 2,13 persen.
“Memang sedikit naik ratio kredit bermasalah kami tapi masih dibawah tiga persen”ujar Direktur Utama BBKP, Glen Glenardi di kantor pusat Bank Bukopin di Jakarta,Rabu(16/3/2016).
Ia menjelaskan kenaikan ratio kredit bermasalah itu lebih disebabkan pada portofolio kredit segmen konsumer terutama kredit di kendaraan bermotor.” Disamping banyak bermasalah segmen komersial pertambangan batu bara itu yang mempengaruhi NPL .” Ujar dia.
Untuk itu pihaknya akan menghentikan penambahan penyaluran kredit disektor pertambangan.Sehingga diharapkan pada akhir tahun 2016 NPL akan bisa ditekan.
“Kami targetkan bisa turun hingga akhir 2016 NPL net diangka 1,9 persen dan gross 2,48 persen.” Ujar dia. ( az)