
Jakarta, businessnews.id — Bank Internasional Indonesia (BII) untuk tahun 2013 mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 1,55 triliun, atau naik sebesar 28 persen dibanding laba serupa tahun 2012 sebesar Rp 1,208 triliun.
Menurut Presiden Direktur BII Taswin Zakaria, pencapaian laba setelah pajak tahun 2013 menjadi pencapaian tertinggi selama ini.
“Pertumbuhan laba itu didukung oleh pertumbuhan pemberian kredit di tahun 2013 di 26 persen atau sebesar Rp 102 triliun,“ ujarnya di Jakarta, Rabu (19/2).
Selain itu, BII juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)sebesar 25 persen sehingga menjadi Rp 107,2 triliun di akhir tahun 2013. Pertumbuhan DPK ini di topang oleh tabungan yang tumbuh sebesar 31 persen.
Sedangkan dari sisi aset, Taswin menambahkan, BII pada tahun 2013 mencatat pertumbuhan 22 persen sehingga menjadi Rp 140,7 triliun. Untuk return on equity (ROE ) tercatat pertumbuhan sebesar 16,8 persen. Sementara return on asset (ROA) meningkat menjadi 1,71 persen di tahun 2013 sedangkan pada akhir tahun 2012 sebesar 1,62 persen.
Sementara, Direktur Keuangan BII Thilagavathy Nadason mengatakan, BII merencanakan pemberian kredit akan tumbuh di atas pertumbuhan angka industri perbankan di tahun 2014.
“Kredit kami akan tumbuh di atas angka pertumbuhan industri sebesar 17 persen, sedangkan kami harapkan sebesar 17 hingga 20 persen.”
Pertumbuhan kredit tersebut akan didukung dari sektor bisnis banking dan ritel banking, dan juga sektor global banking atau corporate banking.
Namun untuk corporate banking, pihaknya akan melakukan seleksi terhadap sektor yang menjadi prioritas seperti badan usaha milik negara (BUMN) besar dan korporasi kelas pertama. (ZIZ)
EDITOR: DHI