Jakarta-Thebusinessnews. Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Fadel Muhammad menyatakan, komisi VII akan segera memangil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirmam Said terkait dengan molornya dan tertundanya putusan perubahan Plan Of Development (POD) Blok Masela.
Pasalnya, nilai investasi blok migas itu lebih dari 14 miliar dolar AS. Dengan tertundanya persetujuan POD yang diajukan oleh INPEX sebagai Production sharing Contract(PSC) tersebut sudah menyatakan mengurangi operasionalnya di Blok Masela tersebut sebesar 40 persen karyawannya, “Jadi banyak sekali korban dari tertundanya persetujuan POD ini”, ujar Fadel di Jakarta, kamis(17/3/2016)
Fadel sangat menyayangakan kinerja serta ketidaktegasan kementerian teknis ESDM ini, hal ini pula menjadikan citra investasi di Indonesia semakin tercoreng dimata investor asing. Sementara itu dengan gembar-gembor menarik investasi ke dalam negeri dan mempermudah perizinan. “Akan tetapi begitu ada investasi yang akan membangun industri LNG ( liquid Natural Gas) eh malah diperlambat, ini sama saja penghambat dalam pembangunan namanya” , ucap Fadel.
Lantas Fadel menyelaskan, apakah nanti lapangan LNGini akan dibangun dengan di darat-Onshore atau di laut Offshore itu tidak jadi masalah. Tentunya harus berpatokan pada kajian-kajian internasional yang profesioanl dan kredibel dalam bisnis minyak dan gas
“Komisi VII akan mendesak Menteri Sudirman Said agar segera merealisasikan POD agar bisa dalam tahun ini bisa dilakukan konstruksinya.” Harap da.
Pentingnya hal itu, menginggat saat ini harga minyak sudah anjlok sampai pada titik terendah yakni 31 dolar AS per barel dan turunya harga minyak ini mengakibatkan penerimaan Negara terhadap minyak juga anjlok dan beban APBN semakin berat dalam membiayai pembangunan negeri ini. ( ALB )