Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (4/10/2022), berpotensi bergerak menguat.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Bursa AS semalam ditutup menguat, dengan DJIA +2,7%, S&P500 2,6%, dan Nasdaq 2,3%, kemungkinan karena optimisme dari penguatan USD, walau pergerakan pasar selanjutnya diperkirakan akan masih tergantung dari keputusan the Fed dalam menangani tingkat inflasi.
Rilis data ekonomi yang akan menjadi perhatian hari ini adalah data Job Openings (Cons: 10,8jt; Prev: 11,2jt).
Dari pasar komoditas, harga Brent naik 4,3% menjadi USD 88,8/bbl, emas 2,5%. Akan tetapi, batu bara turun 8,0% menjadi USD 399/ton. Sementara itu, CPO naik 0,3% ke RM 3.426/ton, dan nikel 0,9% ke harga USD 21.299/ton.
Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,07% ke level 7.040,8. BBCA, BMRI, dan TLKM menjadi top leading movers, sementara ASII, GOTO, dan EMTK menjadi top lagging movers. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy Rp 236,8 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net buy Rp 230,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 6,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 303,9 miliar), BMRI (Rp 124,2 miliar), dan ADRO (Rp 76,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (Rp 184,7 miliar), BBRI (Rp 115,3 miliar), dan GOTO (Rp 36,1 miliar).
Terjadi penambahan 1.134 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (3/10) dengan positivity rate sebesar 4,3% (total kasus aktif: 16.294). Sementara itu, sebanyak 2.263 pasien sembuh (recovery rate: 97,3%).
BPS merilis data inflasi Indonesia bulan September kemarin, yang mencapai 5,95%YoY (Cons: 6%; Prev: 4,69%). “IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat seiring sentimen bursa global, walau penguatannya mungkin agak terbatas di tengah pergerakan yang bervariasi dari pasar komoditas,” demikian tertulis.
