TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Kembali Terkoreksi

Agus Haryanto
11 October 2022 | 06:32
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness –  Indeks harga  saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi kembali terkoreksi.

Daily Research Report oleh Samuel Research Team menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Kembali Terkoreksi Hari Ini.

Bursa AS ditutup melemah pada Senin (10/10). DJIA -0,32%, diikuti S&P500 0,75%, dan Nasdaq 1,04%. Nasdaq ditutup di level terendahnya sejak Juli 2020, akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor (seperti Nvidia dan AMD) akibat kebijakan baru AS yang membatasi ekspor chip semikonduktor dan peralatan lainnya ke China. 

Di samping itu, pernyataan CEO JPMorgan Jamie Dimon terkait kemungkinan resesi di 2023 dan kekhawatiran investor jelang rilis data inflasi dan laporan keuangan Q3 sejumlah bank besar AS juga menambah tekanan pada pasar. 

Dari pasar komoditas, CPO stagnan di RM 3.841/ton, nikel naik 0,02%, emas turun 1,82%, dan batu bara naik 0,18%. Sementara itu, harga Brent terpantau melemah 1,95% ke level USD 90,83/bbl.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,46% ke level 6.994,4, dengan net sell asing Rp 721,8 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net sell Rp 832,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 110,9 miliar.  Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh PGAS (Rp 90,5 miliar), BBNI (Rp 28,1 miliar), dan BUMI (Rp 17 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 417,2 miliar), TLKM (Rp 100,4 miliar), dan ADRO (Rp 99,1 miliar). TLKM, BBCA, dan AMRT menjadi top leading movers, sementara BBRI, ADRO, dan BMRI menjadi top lagging movers.

Terjadi penambahan 1.195 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Senin (10/10) dengan positivity rate sebesar 9,07% (total kasus aktif: 15.871). Sementara itu, 1.518 pasien sembuh (recovery rate: 97,3%).

BACA JUGA:   Saham Rumah Produksi VERN Resmi Listing, Gaet Dana Segar Rp218,72 Miliar

Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka melemah, Nikkei 1,81%, Kospi 2,4%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian terpublikasi.

Previous Post

Lanjutkan Kompetisi Trading Saham, HOTS Championship X Kembali Digelar Mirae Asset Sekuritas

Next Post

Rekomendasi Saham Hari Ini: BBRI, ASII, ESSA, PGAS Patut Dilirik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR