TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jaga Keandalan Pabrik, Latinusa Anggarkan Capex US$ 2,1 Juta

Busthomi
8 April 2026 | 15:56
rubrik: Capital Market
Kuasai Pasar, Latinusa Masih Andalkan Industri Mamin

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (IDX: NIKL) atau Latinusa mengaku siap menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD 2,1 juta.

Meski masih lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar US$ 2,3 juta, namun capex tersebut dinilai cukup besar untuk bisa menjaga keandalan pabrik milik Perseroan di tengah persaingan yang semakin ketat di industri ini.

“Capex yang kita anggarkan di tahun 2026 ini adalah USD 2,1 juta. Capex ini untuk machinery dan equipment sebesar USD 1,8 juta dan untuk support equipment sebesar USD 0,3 juta,” tutur Direktur Keuangan NIKL, Irvan Muhson Jauhari saat paparan public, Rabu (8/4/2026).

Di tempat yang sama, Direktur Utama NIKL, Jetrinaldi menambahkan, capex ini intinya akan digunakan untuk bisa menjaga keandalan pabrik-pabrik perseroan.

“Karena saat demand nasional rendah, maka spec yang berkualitas ini yang akan dibutuhkan konsumen. Dan itu pasti akan tinggi. Jadi bagaimana untuk menjaga kualitas pabrik kita, sehingga sesuai dengan keinginan pasar atau demand konsumen,” kata dia.

Sejauh ini, di pasar yang masih menantang ditambah dengan adanya isu geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, Perseroan mencatatkan penurunan pangsa pasar dari 58,71% di tahun 2024 menjadi 55,68% di tahun 2025 lalu. Dan sisanya dikuasai oleh pasar impor.

Untuk itu dia berharap, dengan membanjirnya produk baja impor dari China yang tinggi bisa diatur denganregulasi pemerintah. Tingga sisanya, kata dia, strategi NIKL sendiri akan membidik bahan baku yang lebih murah.

“Sehingga produk kita basa bersaing dengan bahan dari impor itu. Karena kalau harga tidak jauh (dengan produk impor), konsumen pasti akan nyaman dengan produk kita,” tegas Jetrinaldi.

BACA JUGA:   Petrosea Berdayakan Masyarakat Lokal melalui FOTP
Previous Post

BNI Perkuat Edukasi Anti-Phishing, Kenalkan Panduan Aman PERIKSA untuk Nasabah Korporasi

Next Post

Program CSR PT PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk Hadirkan Kariangau Sejahtera

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR