TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Peluang IHSG Terkoreksi Kembali

Agus Haryanto
17 October 2022 | 05:27
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (17/10/2022) awal pekan ini, berpotensi terkoreksi.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Kembali Terkoreksi.

Pada penutupan Jumat lalu (14/10), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 1,34%, S&P 500 2,37%, dan Nasdaq 3,08%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertuju pada rilis laporan keuangan 3Q22 dari beberapa perusahaan seperti TSLA US, NFLX US, dan JNJ US.

Selain itu, rilis data building permits dan existing home sales yang akan rilis pada 19 & 20 Oktober ini juga akan menjadi perhatian pasar pada minggu ini.

Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung melemah pada Jumat (14/10) pekan kemarin. Minyak WTI flat di level USD 84,65/bbl, Brent melemah 3,29% level USD 91,46/bbl, harga batubara 0,25% ke level USD 392,5/ton, nikel 2,64% ke level USD 21.835. Sebaliknya, CPO menguat 3,4% ke level MYR 3.650. Harga emas terpantau melemah 1,6% ke level USD 1.672/toz).

Bursa Asia bergerak menguat pada Jumat (14/10) kemarin. Kospi menguat 2,3%, Nikkei 3,25%, Hang Seng 1,21%, dan Shanghai 1,84%.

IHSG pada hari Jumat (14/10) ditutup melemah 0,96% ke level 6.814, dengan net sell sebesar Rp 426,2 miliar. DI pasar regular, investor asing mencatatkan net sell Rp 421,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp 4,5 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh UNTR (Rp 155,3 miliar), BMRI (Rp 38,6 miliar), dan PTBA (Rp 20,4 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 355 miliar), BBCA (Rp 48,1 miliar), dan ASII (Rp 38,6 miliar). Top leading movers adalah UNTR, MEGA, dan BRMS, sedangkan GOTO, BBRI, dan BBNI menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Pekan Ini

Terjadi penambahan 1.326 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (16/10) dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 1.362. Daily positive rate sebesar 8,24%; overall positive rate: 9,07%; recovery rate: 97,3%; kasus aktif: 17.213.

Pagi ini Nikkei dibuka melemah 1,1% dan KOSPI dibuka 0,88%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan tren koreksi pada hari ini, sejalan dengan pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

DAHANA – ITS Jalin Kerjasama Penelitian Propelan untuk Bahan Bakar Roket

Next Post

SPEKTRA FAIR Gencar Hadirkan Promo Spesial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR