Jakarta, TopBusiness – Kinerja Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN atau BTN Syariah hingga 30 September 2022 lalu kian positif sejalan dengan pertumbuhan bisnis konvensional yang juga positif. Kondisi tersebut lantaran adanya pertumbuhan bisnis yang stabil yang dikelola oleh UUS ini.
Hingga kuartal III-2022, laba bersih UUS Bank BTN (BTN Syariah) juga tumbuh positif dengan membukukan nilai Rp235,27 miliar atau melonjak 66% dari sebelumnya sebesar Rp141,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
“Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada kuartal III/2022, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 11% menjadi Rp30,35 triliun dibandingkan akhir September 2022 sebesar Rp27,35 triliun,” ungkap Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar di Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Sementara, lanjut dia, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BTN Syariah mencapai Rp31,05 triliun tumbuh 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,92 triliun.
“Dari sisi funding juga, kinerja kami ini turut meningkatkan CASA BTN Syariah baik dari pengelolaan sisi tabungan maupun dari sisi margin, sehingga Net Interest Margin (NIM) terjaga baik,” katanya.
Dengan capaian tersebut, lanjut dia, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 13,07% menjadi Rp41,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp36,51 triliun.
“Jadi, alhamdulilah kinerja bagus di posisi September 2022 ini. Hal ini didukung konsistensi bisnis yang tetap fokus di perumahan. Kedua, kita juga lakukan perbaikan pembiayaan kualitas rendah. Dengan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) juga sudah cukup tinggi di atas 120%,” tegsanya. Ke depan, dia meyakini bisnis syariah di Indonesia akan semakin diminati dan memiliki prospek yang cerah. “Bisnis syariah ini atau akad syariah sangat diminati masyarakat dan itu peluang tersendiri,” tutupnya.
